وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kalian bersyukur.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْwa-llaahu akhrajakum min buthuuni ummahaatikumAllah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian
- لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًاlaa ta'lamuuna syay'andalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun
- وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَwa-ja'ala lakumu s-sam'a wa-l-abshaara wa-l-af'idatadan Dia menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati
- لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَla'allakum tasykuruunaagar kalian bersyukur
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- أَخْرَجَكُمْakhrajakummengeluarkan kalian
- مِنْmindari
- بُطُونِbuthuuniperut
- أُمَّهَاتِكُمْummahaatikumibu-ibu kalian
- لَاlaatidak
- تَعْلَمُونَta'lamuunakalian mengetahui
- شَيْئًاsyay'ansedikit pun
- وَجَعَلَwa-ja'aladan Dia menjadikan
- لَكُمُlakumubagi kalian
- السَّمْعَs-sam'apendengaran
- وَالْأَبْصَارَwa-l-abshaaradan penglihatan
- وَالْأَفْئِدَةَwa-l-af'idatadan hati
- لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
- تَشْكُرُونَtasykuruunabersyukur
Inti bacaan
Manusia dilahirkan 'tidak mengetahui sesuatu pun', lalu diberi pendengaran, penglihatan, dan hati nurani 'agar kalian bersyukur', alat-alat belajar dan memahami itu sendiri dikerangkakan sebagai anugerah yang pantas disyukuri. Konkretnya: menggunakan secara aktif kemampuan mendengar, melihat, dan memahami (bukan menyia-nyiakannya) adalah salah satu bentuk syukur konkret atas anugerah yang telah diberikan sejak lahir.
Penjelasan pilihan kata
'Hati' (af'idah): merujuk pada organ pemahaman batin, disebut berdampingan dengan pendengaran dan penglihatan sebagai tiga alat utama memperoleh pengetahuan, kontras dengan kondisi awal 'tidak mengetahui sesuatu pun' saat lahir.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan perjalanan dari ketidaktahuan total saat lahir menuju kapasitas mengetahui yang diberikan secara bertahap melalui tiga alat ini: sebuah nikmat besar yang semestinya direspons dengan rasa syukur.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kita keluar tanpa mengetahui sesuatu pun. Bukan sedikit tahu, melainkan tidak sama sekali. Segala yang kemudian kita anggap milik sendiri ternyata seluruhnya datang sesudah titik itu.
- Tiga yang diberikan disebut berurutan: pendengaran, penglihatan, lalu hati. Dua yang pertama menghadap ke luar, yang ketiga ke dalam. Apa yang masuk lewat telinga dan mata baru menjadi pengertian sesudah melewati yang ketiga.
- Allah menyebut pendengaran lebih dahulu, bukan penglihatan, dan urutan itu tetap sama di banyak tempat lain. Bayi memang mendengar sebelum matanya bisa memusatkan pandangan. Urutan yang disebutkan urutan yang dialami, bukan urutan yang dianggap penting orang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini murni (kamu diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sufiks '-mu' jamak diterjemahkan 'kalian'), kata kunci syukur tak diubah (sisi-hamba sudah selaras). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).