وَإِذَا رَأَى الَّذِينَ أَشْرَكُوا شُرَكَاءَهُمْ قَالُوا رَبَّنَا هَٰؤُلَاءِ شُرَكَاؤُنَا الَّذِينَ كُنَّا نَدْعُو مِنْ دُونِكَ ۖ فَأَلْقَوْا إِلَيْهِمُ الْقَوْلَ إِنَّكُمْ لَكَاذِبُونَ
Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan melihat sekutu-sekutu mereka, mereka berkata, “Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami seru selain Engkau.” Lalu sekutu-sekutu itu melontarkan ucapan kepada mereka, “Sesungguhnya kalian benar-benar para pendusta.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذَا رَأَى الَّذِينَ أَشْرَكُوا شُرَكَاءَهُمْwa-idzaa ra'aa lladziina asyrakuu syurakaa'ahumdan apabila orang-orang yang mempersekutukan melihat sekutu-sekutu mereka
- قَالُوا رَبَّنَا هَٰؤُلَاءِ شُرَكَاؤُنَا الَّذِينَ كُنَّا نَدْعُو مِنْ دُونِكَqaaluu rabbanaa haa'ulaa'i syurakaa'unaa lladziina kunnaa nad'uu min duunikamereka berkata, Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami seru selain Engkau
- فَأَلْقَوْا إِلَيْهِمُ الْقَوْلَ إِنَّكُمْ لَكَاذِبُونَfa-alqaw ilayhimu l-qawla innakum la-kaadzibuunalalu sekutu-sekutu itu melontarkan ucapan kepada mereka, sesungguhnya kalian benar-benar para pendusta
Terjemahan per kata (19 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- رَأَىra'aamelihat
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- أَشْرَكُواasyrakuumenyekutukan
- شُرَكَاءَهُمْsyurakaa'ahumsekutu-sekutu mereka
- قَالُواqaaluumereka berkata
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
- شُرَكَاؤُنَاsyurakaa'unaasekutu-sekutu kami
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كُنَّاkunnaakami adalah
- نَدْعُوnad'uukami menyeru
- مِنْmindari
- دُونِكَduunikaselainmu
- فَأَلْقَوْاfa-alqawmaka mereka melemparkan
- إِلَيْهِمُilayhimukepada mereka
- الْقَوْلَl-qawlaperkataan
- إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
- لَكَاذِبُونَla-kaadzibuunabenar-benar para pendusta
Inti bacaan
Adegan pengkhianatan: sekutu-sekutu yang dahulu diseru justru berbalik menuduh 'kalian benar-benar para pendusta', objek kepercayaan yang salah pada akhirnya tidak memberi dukungan, malah menyalahkan balik. Konkretnya: hal-hal yang dijadikan sandaran atau prioritas hidup yang keliru tidak akan memberi pertanggungjawaban balik saat benar-benar dibutuhkan, menguji terlebih dahulu keandalan sandaran hidup sebelum menginvestasikan kepercayaan penuh adalah kebijaksanaan yang lebih baik.
Penjelasan pilihan kata
'Kami seru' (nad'uu) (dipertahankan literal, bukan diperluas menjadi 'sembah'), teks Arab secara spesifik memakai kata seruan/panggilan, bukan kata penyembahan di titik ini.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan momen pengkhianatan terakhir: sekutu-sekutu yang dulu diseru justru berbalik menuduh para penyerunya sebagai pendusta, menyingkap kekosongan total hubungan yang dulu diandalkan.
Renungan dan Hikmah
- Di hadapan Allah pun mereka masih menyebutnya sekutu-sekutu kami. Kata kepemilikan itu tidak dilepas sampai detik terakhir. Sesuatu yang lama dipegang tetap terasa milik sendiri bahkan ketika sudah jelas tak berguna lagi.
- Tuduhan yang dilontarkan bukan kalian salah menyembah, melainkan kalian para pendusta. Yang diserang kejujurannya. Sandaran yang runtuh jarang runtuh diam-diam; ia biasanya membawa serta nama baik orang yang bersandar padanya.
- Yang membuka mulut di hadapan Allah para penyembah, bukan yang disembah. Mereka datang menjelaskan. Dan jawaban yang mereka terima datang bukan dari yang mereka ajak bicara, melainkan dari pihak yang selama ini diam.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-a-y, sh-r-k, q-w-l, r-b-b, k-w-n, d-'-w, d-w-n, l-q-y, k-dz-b): ashrakuu diterjemahkan 'mempersekutukan' (akar sh-r-k); kunnaa nad'uu diterjemahkan 'yang dahulu kami seru' (akar d-'-w, bukan 'sembah' terjemahan lain); kaadhibuun diterjemahkan 'para pendusta' (akar k-dz-b). gloss '(Allah)' dibuang.