وَأَلْقَوْا إِلَى اللَّهِ يَوْمَئِذٍ السَّلَمَ ۖ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ
Dan pada hari itu mereka menyampaikan kepasrahan total kepada Allah, dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَأَلْقَوْا إِلَى اللَّهِ يَوْمَئِذٍ السَّلَمَwa-alqaw ilaa llaahi yawma'idzin s-salamadan pada hari itu mereka menyampaikan kepasrahan total kepada Allah
- وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَwa-dhalla 'anhum maa kaanuu yaftaruunadan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan
Terjemahan per kata (10 kata)
- وَأَلْقَوْاwa-alqawdan mereka melemparkan
- إِلَىilaakepada
- اللَّهِllaahiAllah
- يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
- السَّلَمَs-salamaperdamaian
- وَضَلَّwa-dhalladan lenyaplah
- عَنْهُمْ'anhumdari mereka
- مَاmaaapa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَفْتَرُونَyaftaruunamereka mengada-ada
Inti bacaan
Ketundukan akhirnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah, dan segala yang selama ini diada-adakan justru lenyap, momen kejujuran akhir yang datang terlambat, menyingkap kesia-siaan dari apa yang dahulu diyakini.
Penjelasan pilihan kata
'Kepasrahan total' (as-salam): kata ini memakai lema yang sama dengan 'keselamatan' (salaam) di 15:46, bukan lema aslama/muslim yang diterjemahkan 'berserah diri' di tempat lain, sebuah facet ketiga dari rumpun akar yang berarti selamat dan damai, di sini bermakna penyerahan/kepasrahan mutlak yang diucapkan pada momen tidak ada pilihan lain lagi, berbeda dari 'berserah diri' sebagai orientasi hati yang dipilih secara sukarela semasa hidup.
Tafsiran
Kepasrahan yang diucapkan di sini sangat berbeda maknanya dari 'berserah diri' yang menjadi sikap pilihan orang beriman semasa hidup: ini adalah pengakuan terpaksa saat pilihan sudah tidak ada lagi, datang terlambat setelah sekutu-sekutu yang diandalkan sepanjang hidup terbukti lenyap tanpa daya.
Renungan dan Hikmah
- Kepasrahan yang diucapkan di titik ini bukan lagi pilihan bebas, melainkan pengakuan terpaksa ketika semua alternatif sudah lenyap, sebuah pembeda penting dari 'berserah diri' yang bernilai karena dipilih secara sukarela semasa hidup, bukan diucapkan setelah tidak ada pilihan lain tersisa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar l-q-y, a-l-h, s-l-m, d-l-l, k-w-n, f-r-y): alqaw…as-salam diterjemahkan 'menyerahkan ketundukan (kepasrahan)' (akar s-l-m); dalla anhum diterjemahkan 'lenyap dari mereka' (akar d-l-l putaran 78, 'sirna'); yaftaruun diterjemahkan 'mengada-adakan' (akar f-r-y). Selaras.