وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ
Dan pada hari Kami membangkitkan seorang saksi kepada setiap umat, atas mereka, dari kalangan mereka sendiri, dan Kami mendatangkan engkau menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan kepadamu Kitab, penjelasan tuntas bagi segala sesuatu, serta petunjuk, pemberian rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْwa-yawma nab'atsu fii kulli ummatin syahiidan 'alayhim min anfusihimdan pada hari Kami membangkitkan seorang saksi kepada setiap umat, atas mereka, dari kalangan mereka sendiri
- وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِwa-ji'naa bika syahiidan 'alaa haa'ulaa'idan Kami mendatangkan engkau menjadi saksi atas mereka
- وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍwa-nazzalnaa 'alayka l-kitaaba tibyaanan li-kulli syay'indan Kami turunkan kepadamu Kitab, penjelasan tuntas bagi segala sesuatu
- وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَwa-hudan wa-rahmatan wa-busyraa li-l-muslimiinaserta petunjuk, pemberian rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri
Terjemahan per kata (24 kata)
- وَيَوْمَwa-yawmadan pada hari
- نَبْعَثُnab'atsuKami membangkitkan
- فِيfiidari kalangan
- كُلِّkullisegala
- أُمَّةٍummatinumat
- شَهِيدًاsyahiidansaksi
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- مِنْmindari
- أَنْفُسِهِمْanfusihimdiri mereka sendiri
- وَجِئْنَاwa-ji'naadan Kami mendatangkan
- بِكَbikakepadamu
- شَهِيدًاsyahiidansaksi
- عَلَىٰ'alaaatas
- هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
- وَنَزَّلْنَاwa-nazzalnaadan Kami menurunkan
- عَلَيْكَ'alaykaatasmu
- الْكِتَابَl-kitaabaKitab
- تِبْيَانًاtibyaananpenjelasan
- لِكُلِّli-kullibagi setiap
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- وَهُدًىwa-hudandan petunjuk
- وَرَحْمَةًwa-rahmatandan rahmat
- وَبُشْرَىٰwa-busyraadan kabar gembira
- لِلْمُسْلِمِينَli-l-muslimiinabagi orang-orang yang berserah diri
Inti bacaan
Kitab diturunkan 'untuk menjelaskan segala sesuatu' sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira, cakupan komprehensif yang ditegaskan lagi, menjadikannya rujukan yang menyeluruh, bukan sekadar sebagian panduan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menyatukan dua hal yang tampak berjauhan, yaitu kesaksian dan kitab, dan menempatkan keduanya sebagai bagian dari satu persiapan.
Saksi bagi tiap umat disebut “dari kalangan mereka sendiri”. Bukan pengamat dari luar. Yang bersaksi atas suatu kaum adalah yang ikut mengalami keadaan kaum itu, sehingga kesaksiannya tak bisa dijawab dengan alasan bahwa keadaannya tidak dipahami.
Kitab itu disebut “penjelasan tuntas bagi segala sesuatu” (تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ, tibyaanan li-kulli syay'in). Kata pertamanya hanya sekali muncul di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Bentuknya kata benda, bukan kata kerja, sehingga yang ditekankan bukan pekerjaan menjelaskan melainkan kelengkapan hasilnya.
Sesudah itu satu benda yang sama disebut dengan tiga nama sekaligus: petunjuk, pemberian rahmat, dan kabar gembira. Ketiganya bukan tiga bagian yang berbeda dari kitab itu, melainkan tiga cara ia bekerja pada orang yang menerimanya. Satu hal yang sama bisa menunjukkan arah, meringankan beban, dan menyenangkan hati sekaligus.
Susunan yang menerangkan saksi itu tak terulang. Rangkaian “seorang saksi kepada setiap umat, atas mereka, dari kalangan mereka sendiri” (شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ, syahiidan 'alayhim min anfusihim) hanya sekali muncul di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Tiga keterangan diletakkan berturut-turut pada satu kata, dan yang terakhir menutup satu-satunya pembelaan yang tersisa, yaitu bahwa keadaannya tidak dipahami.
Tiga nama yang diberikan kepada kitab itu di paruh keduanya pun berpasangan dengan cara tertentu. Petunjuk menyangkut arah, rahmat menyangkut beban, dan kabar gembira menyangkut harapan. Ketiganya bukan tiga bagian yang berbeda, melainkan tiga cara satu benda bekerja pada orang yang menerimanya. Rangkaian penutupnya, yaitu kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri, muncul dua kali di dalam Al-Qur'an dan keduanya berada di surah ini (16:89, 16:102).
Letak kedua tema dalam satu ayat perlu diperhatikan. Kesaksian menyangkut hari ketika kesempatan sudah habis; kitab menyangkut hari-hari ketika kesempatan masih ada. Keduanya disebut berdampingan tanpa kata penghubung yang mempertentangkan, sehingga yang tergambar bukan dua peristiwa melainkan satu persiapan yang lengkap.
Sebutan bagi kitab itu sendiri memakai bentuk kata benda, bukan kata kerja. Yang ditekankan bukan pekerjaan menjelaskan, melainkan kelengkapan hasilnya. Perbedaan itu menutup satu keberatan yang lazim, yaitu bahwa penjelasan selalu bisa diperpanjang. Yang dinyatakan di sini bukan bahwa penjelasannya banyak, melainkan bahwa ia tuntas.
Tafsiran
Ayat ini menyatukan tema saksi dengan tema Kitab sebagai penjelasan menyeluruh: dua bentuk kesaksian dan pembuktian yang saling melengkapi, sebuah persiapan penuh sebelum hari ketika kesempatan sudah tertutup. Yang paling patut diperhatikan adalah bahwa keduanya disebut dalam satu tarikan.
Kesaksian menyangkut hari ketika segalanya sudah selesai; kitab menyangkut hari-hari ketika segalanya masih berlangsung. Menyebut keduanya berdampingan tanpa kata yang memisahkan membuat keduanya terbaca sebagai satu persiapan. Yang disediakan bukan peringatan lalu penghakiman sebagai dua peristiwa, melainkan satu rangkaian yang sudah lengkap sejak sekarang.
Keterangan bahwa saksi tiap umat berasal dari kalangan mereka sendiri menutup satu pembelaan yang paling wajar. Terhadap penilaian dari luar, orang selalu bisa berkata bahwa keadaannya tidak dipahami, bahwa zamannya berbeda, bahwa kesulitannya tidak diketahui. Terhadap saksi yang mengalami keadaan yang sama, pembelaan itu tidak tersedia.
Tiga nama yang diberikan kepada kitab itu di paruh kedua menyempurnakan gambaran tersebut. Petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bukan tiga bagian yang berbeda, melainkan tiga cara satu benda bekerja pada orang yang menerimanya. Sesuatu yang sama bisa menunjukkan arah bagi yang tersesat, meringankan beban bagi yang berat, dan menyenangkan hati bagi yang berharap. Yang menentukan bukan bendanya, melainkan keadaan orang yang mendatanginya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut saksi itu dari kalangan mereka sendiri. Bukan orang luar. Yang bersaksi atas suatu kaum adalah yang mengalami keadaan yang sama. Saksi yang dibangkitkan disebut berasal dari kalangan umat itu sendiri, bukan dari luar. Pilihan itu menutup satu pembelaan yang paling mudah diajukan, yaitu bahwa yang menyaksikan tidak memahami keadaan mereka. Saksi yang hidup di tengah mereka mengetahui alasan, keadaan, dan kesulitan yang sama, dan kesaksiannya karena itu tidak bisa ditolak dengan alasan kesenjangan.
- Allah menyebut Kitab itu penjelasan tuntas bagi segala sesuatu. Bukan sebagian. Yang diturunkan tidak menyisakan perkara pokok tanpa keterangan. Kata yang dipakai (تِبْيَانًا) muncul satu kali saja di seluruh Al-Qur'an. Sebutan setinggi itu untuk Kitab tidak diulang di tempat lain, dan letaknya pun khas: ia disebut persis sesudah pembicaraan tentang saksi. Susunan itu menghubungkan dua hal yang biasanya dipisahkan, yaitu keterangan yang lengkap dan kesaksian atas orang yang sudah menerimanya.
- Allah menyebutnya petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang muslim. Tiga sekaligus. Yang satu benda disebut dengan tiga nama, sebab ia bekerja dengan tiga cara. Tiga sebutan yang menutup ayat ini semuanya menyangkut manfaat bagi penerimanya, dan ketiganya dibatasi kepada orang yang berserah diri. Pembatasan itu tidak menyangkut isinya melainkan siapa yang mengambil manfaatnya. Isi yang sama tersedia bagi semua, dan yang membedakan hasilnya adalah keadaan orang yang mendatanginya.
- Allah menyebut saksi tiap umat berasal dari kalangan mereka sendiri, sehingga kesaksiannya tak bisa dijawab dengan alasan keadaannya tidak dipahami. Kalau yang bersaksi kelak adalah orang yang mengalami zaman yang sama dengan kita, apa yang akan ia lihat dari cara kita menjalaninya? Ada satu sisi yang lebih berat dari susunan ini. Kalau saksinya dari kalangan sendiri, maka ia pernah menghadapi pilihan yang sama dengan yang disaksikannya. Kehadirannya membuktikan bahwa pilihan yang lain memang mungkin diambil, dan pembuktian semacam itu tidak bisa dilawan dengan mengatakan bahwa keadaan tidak memungkinkan.
- Ayat ini menyebut dua lapis kesaksian sekaligus: seorang saksi untuk setiap umat dari kalangan mereka sendiri, dan seorang saksi atas mereka semua. Yang kedua bukan pengganti yang pertama melainkan lapisan di atasnya. Mengapa perlu dua? Saksi dari kalangan sendiri mengetahui keadaan setempat, sedangkan saksi yang di atasnya mengetahui pola yang berulang di semua tempat. Keduanya menjawab dua jenis pembelaan yang berbeda, dan Allah menyusunnya berurutan dalam satu kalimat sebelum berpindah membicarakan Kitab.
- Sebutan penjelasan tuntas bagi segala sesuatu mudah dibaca sebagai janji bahwa setiap pertanyaan punya jawabannya yang tertulis. Bacaan itu runtuh begitu pembacanya menemukan hal yang tidak dibahas. Yang lebih sesuai dengan susunan ayatnya adalah membacanya bersama tiga sebutan di penutup, yaitu petunjuk, rahmat, dan kabar gembira. Ketiganya menyangkut arah, bukan daftar. Yang dijanjikan tuntas adalah keterangan tentang ke mana harus menuju, dan itu memang tidak menyisakan celah bagi siapa pun untuk berkata bahwa arahnya tidak pernah diberitahukan.