فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Maka apabila engkau membaca bacaan ini, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَfa-idzaa qara'ta l-qur'aanamaka apabila engkau membaca bacaan ini
- فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِfa-sta'idz bi-llaahi mina sy-syaythaani r-rajiimimohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
- قَرَأْتَqara'taengkau membaca
- الْقُرْآنَl-qur'aanaAl-Qur'an
- فَاسْتَعِذْfa-sta'idzmaka berlindunglah
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- مِنَminadari
- الشَّيْطَانِsy-syaythaanisetan
- الرَّجِيمِr-rajiimiyang terkutuk
Inti bacaan
Instruksi praktis sebelum memulai aktivitas penting (membaca Al-Qur'an): memohon perlindungan terlebih dahulu, kebiasaan mempersiapkan diri secara sadar sebelum terlibat dalam sesuatu yang bermakna, bukan langsung terjun tanpa persiapan batin.
Penjelasan pilihan kata
'Terkutuk' (rajiim): akar yang sama dengan 15:17 dan 15:34, konsisten dipertahankan sebagai sebutan tetap untuk setan.
Tafsiran
Ayat ini memberi instruksi praktis yang berlaku terus-menerus bagi siapa pun yang membaca wahyu ini: sebuah perlindungan yang dianjurkan sebelum memulai, mengingat perlawanan setan terhadap wahyu sudah digambarkan berulang kali sepanjang surah-surah sebelumnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh memohon perlindungan sebelum membaca, bukan sesudah. Urutan itu tertulis. Persiapan diminta lebih dahulu daripada pekerjaannya.
- Yang dimintai perlindungan Dia sebut diri-Nya sendiri. Bukan bacaan itu. Yang menjaga pembacanya bukan teks yang dibaca, melainkan yang menurunkannya.
- Allah memakai sebutan tetap untuk setan: yang terkutuk. Kata yang sama seperti di surah sebelumnya. Sebutan itu dijaga, tak diganti-ganti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-r-a, '-w-dz, a-l-h, sh-t-n, r-j-m): qara'ta diterjemahkan 'membaca' (akar q-r-'); ista'idh diterjemahkan 'mohonlah perlindungan' (akar '-w-dz); rajiim diterjemahkan 'terkutuk' (akar r-j-m). gloss '(hendak)' dibuang.