إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya ia tidak memiliki keterangan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُواinnahu laysa lahu sulthaanun 'alaa lladziina aamanuusesungguhnya ia tidak memiliki keterangan atas orang-orang yang beriman
  2. وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَwa-'alaa rabbihim yatawakkaluunadan bertawakal kepada Tuhan mereka

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
  2. لَيْسَlaysabukanlah
  3. لَهُlahubaginya
  4. سُلْطَانٌsulthaanunkekuasaan
  5. عَلَى'alaaatas
  6. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  7. آمَنُواaamanuuberiman
  8. وَعَلَىٰwa-'alaadan atas
  9. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  10. يَتَوَكَّلُونَyatawakkaluunabertawakal

Inti bacaan

Batas kekuasaan godaan ditegaskan lagi: 'tidak memiliki sultaan (kuasa) atas orang-orang yang beriman dan bertawakal', konsisten dengan pola di 15:42, penegasan berulang bahwa iman dan tawakal yang genuine memberi ketahanan nyata terhadap godaan.

Penjelasan pilihan kata

'Keterangan' (sultaan), akar dan terjemahan yang sama dengan 14:10, 14:11, 14:22, dan 15:42, konsisten dipertahankan: bukan 'kuasa' secara umum, melainkan bukti/pembenar yang tidak dimiliki setan untuk memaksa siapa pun. Struktur ayat ini persis paralel dengan 15:42 ('engkau tidak memiliki keterangan atas mereka'), kini digeneralisasi berlaku bagi setan secara umum, bukan hanya kepada Iblis.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan lagi prinsip yang sudah mapan sejak Ibrahim dan Al-Hijr: setan tidak memiliki bukti pembenar untuk memaksa orang-orang beriman, terutama mereka yang bertawakal kepada Allah; perlindungan (16:98) berpadu dengan jaminan struktural ini.

Renungan dan Hikmah

  • Kata yang dipakai bukan kuasa melainkan keterangan, yaitu bukti yang membenarkan. Yang tak dimiliki setan bukan tenaga untuk membujuk, melainkan alasan yang sah. Godaan tetap datang; yang tidak ada di belakangnya cuma hak untuk memaksa.
  • Yang disebut terlindungi bukan cuma orang beriman, melainkan yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan mereka. Dua hal, bukan satu. Percaya bahwa Allah ada dan menyerahkan urusan kepada-Nya ternyata dua langkah yang berbeda, dan yang kedua yang disebut menutup pintu.
  • Kalimat ini berdiri paralel dengan yang sudah disebut di surah lain tentang batas yang sama. Allah mengulang jaminan itu dengan susunan yang hampir sama. Yang diulang di beberapa tempat berbeda biasanya yang paling sering dilupakan justru saat paling dibutuhkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar l-y-s, s-l-t, a-m-n, r-b-b, w-k-l): laysa lahu sultaan diterjemahkan 'tidak memiliki sultaan (kuasa)', akar s-l-t (putaran 82; sama 14:22/15:42: setan tak berkuasa-paksa atas orang beriman); yatawakkaluun diterjemahkan 'bertawakal' (akar w-k-l putaran 61). gloss '(setan)/(pengaruh)' dibuang.