إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ
Sesungguhnya keterangannya hanya berlaku atas orang-orang yang menjadikannya pemimpin dan orang-orang yang karenanya menjadi musyrik.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُinnamaa sulthaanuhu 'alaa lladziina yatawallawnahusesungguhnya keterangannya hanya berlaku atas orang-orang yang menjadikannya pemimpin
- وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَwa-lladziina hum bihi musyrikuunadan orang-orang yang karenanya menjadi musyrik
Terjemahan per kata (9 kata)
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- سُلْطَانُهُsulthaanuhukekuasaannya
- عَلَى'alaaatas
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- يَتَوَلَّوْنَهُyatawallawnahumereka menjadikannya pelindung
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- هُمْhummereka
- بِهِbihidengannya
- مُشْرِكُونَmusyrikuunaorang-orang yang mempersekutukan
Inti bacaan
Kuasa godaan dibatasi hanya pada 'orang-orang yang menjadikannya wali', sekali lagi menegaskan bahwa kerentanan terhadap pengaruh buruk bergantung pada pilihan mengikutinya, bukan paksaan yang tak terelakkan.
Penjelasan pilihan kata
'Keterangan' (sultaanuhu), akar dan terjemahan yang sama dengan ayat sebelumnya, kini menjelaskan batas sebaliknya: satu-satunya 'keterangan' yang dimiliki setan hanyalah berlaku bagi mereka yang memilih sendiri menjadikannya pemimpin, sebuah pembenaran yang berasal dari pilihan sukarela manusia, bukan kuasa paksa dari setan.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi 16:99 dengan menjelaskan batas sebaliknya: kekuasaan setan yang terbatas itu bukan tanpa pengaruh sama sekali, melainkan berlaku persis sejauh manusia sendiri memilih mengikutinya, konsisten dengan prinsip yang sama di 14:22 dan 15:42.
Renungan dan Hikmah
- Tiga titik (14:22, 15:42, 16:99-100) secara konsisten menegaskan prinsip yang sama: setan tidak memiliki kuasa paksa, hanya kemampuan mengajak; kekuasaannya yang tampak hanya berlaku bagi mereka yang secara sukarela memilih mengikutinya. Pola berulang ini menegaskan tanggung jawab akhir tetap berada pada pilihan manusia.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-l-t, w-l-y, sh-r-k): sultaanuhu diterjemahkan 'sultaannya (kuasanya)', akar s-l-t (putaran 82); yatawallawnahu diterjemahkan 'menjadikannya wali (mengikutinya)' (akar w-l-y WLY); mushrikuun diterjemahkan 'musyrik' (akar sh-r-k), kuasa setan HANYA lewat persekutuan bebas manusia (melengkapi 14:22/15:42/16:99). gloss '(pemimpin)/(tipu daya)' dibuang.