قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

Katakanlah, “Ruh Suci menurunkannya dari Tuhanmu dengan kebenaran, untuk meneguhkan orang-orang yang telah beriman, serta petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّqul nazzalahu ruuhu l-qudusi min rabbika bi-l-haqqikatakanlah, Ruh Suci menurunkannya dari Tuhanmu dengan kebenaran
  2. لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُواli-yutsabbita lladziina aamanuuuntuk meneguhkan orang-orang yang telah beriman
  3. وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَwa-hudan wa-busyraa li-l-muslimiinaserta petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. نَزَّلَهُnazzalahumenurunkannya
  3. رُوحُruuhuruh
  4. الْقُدُسِl-qudusiKudus
  5. مِنْmindari
  6. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  7. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  8. لِيُثَبِّتَli-yutsabbitaagar Dia meneguhkan
  9. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  10. آمَنُواaamanuuberiman
  11. وَهُدًىwa-hudandan petunjuk
  12. وَبُشْرَىٰwa-busyraadan kabar gembira
  13. لِلْمُسْلِمِينَli-l-muslimiinabagi orang-orang yang berserah diri

Inti bacaan

Tujuan wahyu diturunkan secara bertahap dijelaskan: 'untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman', proses peneguhan yang bertahap dan berkelanjutan, bukan sekali jadi, mengakui bahwa keteguhan iman butuh penguatan terus-menerus.

Penjelasan pilihan kata

'Ruh Suci' (ruuh al-qudus), akar yang sama dengan 'roh' yang ditiupkan ke Adam (15:29) dan 'wahyu' yang diturunkan malaikat (16:2), di sini dalam facet ketiga: sebagai penyebutan langsung sesuatu/seseorang yang menurunkan wahyu, secara tradisional dipahami sebagai malaikat Jibril, meski teks ayat ini sendiri hanya menyebut namanya tanpa merinci identitas itu. 'Berserah diri' (al-muslimiin): terjemahan konsisten dengan 16:89 dan seluruh terjemahan ini.

Tafsiran

Ayat ini menjawab tuduhan 16:101 dengan menegaskan sumber wahyu yang jelas dan sah: diturunkan oleh Ruh Suci, bukan direka-reka, dengan tujuan meneguhkan iman, bukan mengaburkannya sebagaimana dituduhkan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut wahyu itu diturunkan 'untuk meneguhkan orang-orang yang telah beriman'. Yang disasar bukan yang belum percaya, melainkan yang sudah. Keimanan yang sudah ada ternyata tetap memerlukan penguatan, dan penyebutan itu menutup anggapan bahwa percaya sekali sudah selesai.
  • Tuduhan bahwa wahyu itu direka-reka dijawab dengan menyebut siapa yang menurunkannya. Bukan dengan membela isinya. Ketika yang dipersoalkan asal-usul, membela isi tidak menyentuh perkaranya, dan jawaban yang diperintahkan Allah tepat pada titik yang ditanyakan.
  • Yang disebut tiga: meneguhkan yang telah beriman, petunjuk, dan kabar gembira bagi yang berserah diri. Satu wahyu, tiga kerja. Yang sama bisa menjadi penguat bagi yang goyah dan kabar baik bagi yang lelah, tergantung siapa yang membacanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'muslim'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). ' akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.