قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

Katakanlah, “Ruh Suci menurunkannya dari Tuhanmu dengan kebenaran, untuk meneguhkan orang-orang yang telah beriman, serta petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّqul nazzalahu ruuhu l-qudusi min rabbika bi-l-haqqikatakanlah, Ruh Suci menurunkannya dari Tuhanmu dengan kebenaran
  2. لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُواli-yutsabbita lladziina aamanuuuntuk meneguhkan orang-orang yang telah beriman
  3. وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَwa-hudan wa-bushraa li-l-muslimiinaserta petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain merender s-l-m di sini via 'muslim'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN -2). PASS: retrofit kau/engkau/kalian menyusul. sebagian penerjemah: 'Say thou: “The Spirit of Holiness brought it down from thy Lord in truth, that it might strengthen those who heed warning, and as guidance and glad tidings for those submitting.”' Akar akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini (Pak FD 2026-07-15): islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'. Lih. Versi lama catatan ini keliru di kedua titik itu; lih. C1).

Aplikasi

Tujuan wahyu diturunkan secara bertahap dijelaskan: 'untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman', proses peneguhan yang bertahap dan berkelanjutan, bukan sekali jadi, mengakui bahwa keteguhan iman butuh penguatan terus-menerus.