إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ لَا يَهْدِيهِمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada tanda-tanda Allah, Allah tidak memberi mereka petunjuk, dan bagi mereka azab yang pedih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِinna lladziina laa yu'minuuna bi-aayaati llaahisesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada tanda-tanda Allah
  2. لَا يَهْدِيهِمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌlaa yahdiihimu llaahu wa-lahum adzaabun aliimunAllah tidak memberi mereka petunjuk, dan bagi mereka azab yang pedih
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'Those who believe not in the proofs of God: God will not guide them, and they have a painful punishment'

Aplikasi

Ketiadaan iman pada tanda-tanda Allah dikaitkan langsung dengan tidak mendapat petunjuk, pola sebab-akibat yang konsisten: penolakan terhadap kebenaran yang tersedia berkorelasi dengan tetap tersesat, bukan kebetulan.