ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Yang demikian itu disebabkan mereka lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kufur.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِdzaalika bi-annahumu stahabbuu l-hayaata d-dunyaa alaa l-aakhiratiyang demikian itu disebabkan mereka lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat
  2. وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَwa-anna llaaha laa yahdii l-qawma l-kaafiriinadan sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kufur
Aplikasi

Preferensi terhadap kehidupan dunia dibanding akhirat disebutkan sebagai akar penyebab tidak mendapat petunjuk, prioritas nilai yang keliru (jangka pendek atas jangka panjang) berdampak langsung pada arah hidup keseluruhan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji passthrough. Lih.. sebagian penerjemah: 'Is it not that1 they chose the life of this world over the Hereafter, and that God guides not the people of the false claimers of guidance!2' h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).