وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Dan Allah membuat perumpamaan sebuah negeri yang dahulu aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya berlimpah dari setiap tempat, tetapi ia kufur terhadap nikmat-nikmat Allah, maka Allah menimpakan kepadanya pakaian kelaparan dan ketakutan karena apa yang mereka perbuat.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَwa-daraba llaahu matsalan qaryatan kaanat aaminatan mutma'innatan ya'tiihaa rizquhaa raghadan min kulli makaanin fa-kafarat bi-an'umi llaahi fa-adzaaqahaa llaahu libaasa l-juu'i wa-l-khawfi bimaa kaanuu yasna'uunadan Allah membuat perumpamaan sebuah negeri yang dahulu aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya berlimpah dari setiap tempat, tetapi ia kufur terhadap nikmat-nikmat Allah, maka Allah menimpakan kepadanya pakaian kelaparan dan ketakutan karena apa yang mereka perbuat
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar d-r-b, a-l-h, m-ts-l, q-r-y, k-w-n, a-m-n, t-m-n, a-t-y, r-z-q, r-gh-d, k-l-l, k-f-r, n-'-m, dz-w-q, l-b-s, j-w-', kh-w-f, s-n-'): daraba mathalan diterjemahkan 'membuat perumpamaan' (akar d-r-b); aaminah/mutma'innah diterjemahkan 'aman/tenteram' (akar '-m-n + akar t-m-'-n); rizq raghad diterjemahkan 'rezeki berlimpah' (akar r-z-q); adhaaqahaa libaasa l-juu' diterjemahkan 'merasakan pakaian kelaparan' (akar dz-w-q + akar l-b-s, kiasan). gloss '(penduduknya)' + footnote dibuang.

Aplikasi

Perumpamaan negeri yang berubah dari 'aman lagi tenteram' menjadi 'kelaparan dan ketakutan' akibat mengingkari nikmat, peringatan bahwa stabilitas dan kelimpahan bukan jaminan permanen jika tidak diiringi rasa syukur yang tulus. Konkretnya: kestabilan dan kemakmuran yang sudah dinikmati tidak boleh dianggap taken-for-granted, menjaga kesadaran syukur secara aktif adalah bagian dari merawat keberlanjutan kondisi baik yang sudah ada, bukan sekadar menikmatinya secara pasif.