وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ
Dan Allah membuat perumpamaan sebuah negeri yang dahulu aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya berlimpah dari setiap tempat, tetapi ia kufur terhadap nikmat-nikmat Allah, maka Allah menimpakan kepadanya pakaian kelaparan dan ketakutan karena apa yang mereka perbuat.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَwa-dharaba llaahu matsalan qaryatan kaanat aaminatan muthma'innatan ya'tiihaa rizquhaa raghadan min kulli makaanin fa-kafarat bi-an'umi llaahi fa-adzaaqahaa llaahu libaasa l-juu'i wa-l-khawfi bi-maa kaanuu yashna'uunadan Allah membuat perumpamaan sebuah negeri yang dahulu aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya berlimpah dari setiap tempat, tetapi ia kufur terhadap nikmat-nikmat Allah, maka Allah menimpakan kepadanya pakaian kelaparan dan ketakutan karena apa yang mereka perbuat
Terjemahan per kata (24 kata)
- وَضَرَبَwa-dharabadan Dia membuat
- اللَّهُllaahuAllah
- مَثَلًاmatsalanperumpamaan
- قَرْيَةًqaryatannegeri
- كَانَتْkaanatadalah
- آمِنَةًaaminatanaman
- مُطْمَئِنَّةًmuthma'innatanyang tenteram
- يَأْتِيهَاya'tiihaadatang kepadanya
- رِزْقُهَاrizquhaarezekinya
- رَغَدًاraghadandengan leluasa
- مِنْmindari
- كُلِّkullisegala
- مَكَانٍmakaanintempat
- فَكَفَرَتْfa-kafaratmaka ia kufur
- بِأَنْعُمِbi-an'umiterhadap nikmat
- اللَّهِllaahiAllah
- فَأَذَاقَهَاfa-adzaaqahaamaka Allah mencicipkan kepadanya
- اللَّهُllaahuAllah
- لِبَاسَlibaasapakaian
- الْجُوعِl-juu'ikelaparan
- وَالْخَوْفِwa-l-khawfidan ketakutan
- بِمَاbi-maakarena apa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَصْنَعُونَyashna'uunamereka perbuat
Inti bacaan
Perumpamaan negeri yang berubah dari 'aman lagi tenteram' menjadi 'kelaparan dan ketakutan' akibat mengingkari nikmat, peringatan bahwa stabilitas dan kelimpahan bukan jaminan permanen jika tidak diiringi rasa syukur yang tulus. Konkretnya: kestabilan dan kemakmuran yang sudah dinikmati tidak boleh dianggap taken-for-granted, menjaga kesadaran syukur secara aktif adalah bagian dari merawat keberlanjutan kondisi baik yang sudah ada, bukan sekadar menikmatinya secara pasif.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan perumpamaan negeri yang dahulu aman dan berkecukupan, namun karena kufur terhadap nikmat Allah, ditimpakan kepadanya kelaparan dan ketakutan sebagai akibat perbuatan mereka sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah menggambarkan negeri yang dahulu aman lagi tenteram. Keadaan awalnya baik. Yang diceritakan bukan kehancuran, melainkan bagaimana yang baik bisa berubah.
- Rezekinya disebut datang berlimpah dari setiap tempat. Bukan dari satu arah. Kemakmuran yang digambarkan sudah melampaui kebutuhan.
- Yang ditimpakan Allah sebut pakaian kelaparan dan ketakutan. Kata pakaian dipakai. Yang datang bukan peristiwa yang lewat, melainkan keadaan yang melekat sehari-hari.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar d-r-b, a-l-h, m-ts-l, q-r-y, k-w-n, a-m-n, t-m-n, a-t-y, r-z-q, r-gh-d, k-l-l, k-f-r, n-'-m, dz-w-q, l-b-s, j-w-', kh-w-f, s-n-'): daraba mathalan diterjemahkan 'membuat perumpamaan' (akar d-r-b); aaminah/mutma'innah diterjemahkan 'aman/tenteram' (akar '-m-n + akar t-m-'-n); rizq raghad diterjemahkan 'rezeki berlimpah' (akar r-z-q); adhaaqahaa libaasa l-juu' diterjemahkan 'merasakan pakaian kelaparan' (akar dz-w-q + akar l-b-s, kiasan). gloss '(penduduknya)' + footnote dibuang.