فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Maka makanlah dari apa yang telah Allah berikan kepada kalian sebagai yang halal lagi baik, dan syukurilah nikmat Allah, jika kalian hanya menyembah kepada-Nya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَfa-kuluu mimmaa razaqakumu llaahu halaalan thayyiban wa-sykuruu ni'mata llaahi in kuntum iyyaahu ta'buduunamaka makanlah dari apa yang telah Allah berikan kepada kalian sebagai yang halal lagi baik, dan syukurilah nikmat Allah, jika kalian hanya menyembah kepada-Nya
Terjemahan per kata (13 kata)
- فَكُلُواfa-kuluumaka makanlah kalian
- مِمَّاmimmaadari apa yang
- رَزَقَكُمُrazaqakumumemberi kalian rezeki
- اللَّهُllaahuAllah
- حَلَالًاhalaalanyang halal
- طَيِّبًاthayyibanyang baik
- وَاشْكُرُواwa-sykuruudan bersyukurlah kalian
- نِعْمَتَni'matanikmat
- اللَّهِllaahiAllah
- إِنْinjika
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- إِيَّاهُiyyaahuhanya kepada-Nya
- تَعْبُدُونَta'buduunakalian menyembah
Inti bacaan
Instruksi makan yang halal lagi baik dipasangkan dengan syukur, konsumsi sehari-hari (aktivitas paling rutin) dikaitkan langsung dengan kesadaran spiritual, bukan dipisahkan sebagai urusan sekuler semata.
Tafsiran
Ayat ini mengizinkan memakan apa yang telah dianugerahkan Allah selama halal dan baik, disertai perintah bersyukur bagi mereka yang benar-benar hanya menyembah-Nya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyandingkan makan dengan syukur. Yang paling rutin. Dan yang paling batin.
- Dua syarat disebut untuk makanannya. Halal. Dan baik.
- Syaratnya ditutup dengan jika kalian hanya menyembah-Nya. Allah mengaitkan syukur dengan keesaan. Yang bersyukur kepada satu pihak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini murni (kamu diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sufiks '-mu' jamak diterjemahkan 'kalian'), kata kunci syukur tak diubah (sisi-hamba sudah selaras). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).