وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ
Dan janganlah kalian mengatakan terhadap apa yang lidah kalian gambarkan sebagai dusta, “Ini halal dan ini haram,” untuk mengada-adakan kedustaan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah tidak akan beruntung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَwa-laa taquuluu li-maa tashifu alsinatukumu l-kadziba haadzaa halaalun wa-haadzaa haraamun li-taftaruu 'alaa llaahi l-kadzibadan janganlah kalian mengatakan terhadap apa yang lidah kalian gambarkan sebagai dusta, ini halal dan ini haram, untuk mengada-adakan kedustaan terhadap Allah
- إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَinna lladziina yaftaruuna 'alaa llaahi l-kadziba laa yuflihuunasesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah tidak akan beruntung
Terjemahan per kata (22 kata)
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَقُولُواtaquuluukalian katakan
- لِمَاli-maabagi apa yang
- تَصِفُtashifumensifatkan
- أَلْسِنَتُكُمُalsinatukumulidah kalian
- الْكَذِبَl-kadzibakebohongan
- هَٰذَاhaadzaaini
- حَلَالٌhalaalunhalal
- وَهَٰذَاwa-haadzaadan ini
- حَرَامٌharaamunharam
- لِتَفْتَرُواli-taftaruuagar kalian mengada-adakan
- عَلَى'alaaatas
- اللَّهِllaahiAllah
- الْكَذِبَl-kadzibakebohongan
- إِنَّinnasesungguhnya
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- يَفْتَرُونَyaftaruunamereka mengada-ada
- عَلَى'alaaatas
- اللَّهِllaahiAllah
- الْكَذِبَl-kadzibakebohongan
- لَاlaatidak
- يُفْلِحُونَyuflihuunamereka beruntung
Inti bacaan
Peringatan keras terhadap mengklaim otoritas menentukan halal-haram secara sembarangan ('mengada-adakan kedustaan terhadap Allah'), batas tegas antara memahami aturan yang sudah ditetapkan dan menciptakan aturan baru mengatasnamakan otoritas yang tidak dimiliki. Konkretnya: berhati-hati mengklaim otoritas mutlak atas sesuatu yang sebenarnya berada di luar kewenangan pribadi, mengada-adakan aturan atau larangan atas nama otoritas yang tidak sah adalah pelanggaran serius terhadap integritas intelektual dan spiritual.
Penjelasan pilihan kata
Kedua demonstratif 'haadzaa' (dekat) dikonfirmasi morfologi, keduanya diterjemahkan 'ini': kasus repetisi kata dekat yg sama utk 2 referen berbeda (halal/haram), acuan established (terjemahan netral non-direksional saat pengulangan disengaja).
Tafsiran
Ayat ini melarang mengklaim secara sepihak status halal-haram sesuatu hanya berdasarkan ucapan lisan tanpa dasar, karena tindakan itu setara mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, dan pendusta seperti itu tidak akan beruntung.
Renungan dan Hikmah
- Yang dilarang di ayat ini bukan melanggar aturan, melainkan mengucapkan 'ini halal dan ini haram' tanpa dasar. Kesalahan yang disorot terjadi di mulut. Melanggar merugikan pelakunya sendiri; menetapkan aturan atas nama Allah merugikan setiap orang yang kemudian memercayainya.
- Kalimatnya menyebut 'apa yang lidah kalian gambarkan sebagai dusta'. Yang menggambarkan bukan pengetahuan, bukan pemeriksaan, melainkan lidah. Sebagian keyakinan memang lahir dari mulut lebih dulu, lalu dipercayai belakangan oleh orang yang mengucapkannya.
- Yang dilarang bukan hanya mengharamkan sesuatu tanpa dasar, tetapi juga menghalalkannya. Kedua arah disebut Allah bersamaan. Kewaspadaan biasanya cuma dipasang pada satu sisi, yaitu takut mengharamkan yang halal, padahal melonggarkan tanpa dasar berdiri di ayat yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, w-s-f, l-s-n, k-dz-b, h-l-l, h-r-m, f-r-y, a-l-h, f-l-h): AYAT PUNCAK kerangka diin. laa taquuluu…haadhaa halaal wa haadhaa haraam li-taftaruu alaa llaah diterjemahkan 'jangan berkata: ini halal, ini haram, untuk mengada-adakan dusta terhadap Allah', menetapkan halal-haram dengan lidah sendiri (tanpa wewenang Ilahi) = mendustai Allah (tautan 9:31 arbaab, 10:59, 6:59, 16:35); halaal/haraam dijaga; taftaruu diterjemahkan 'mengada-adakan' (akar f-r-y).