إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Sesungguhnya Ibrahim adalah suatu umat, yang taat kepada Allah, hanif, dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَinna ibraahiima kaana ummatan qaanitan li-llaahi haniifan wa-lam yaku mina l-musyrikiinasesungguhnya Ibrahim adalah suatu umat, yang taat kepada Allah, hanif, dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. إِبْرَاهِيمَibraahiimaIbrahim
  3. كَانَkaanaadalah
  4. أُمَّةًummatanumat
  5. قَانِتًاqaanitanyang taat
  6. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  7. حَنِيفًاhaniifanyang lurus
  8. وَلَمْwa-lamdan tidak
  9. يَكُyakuadalah
  10. مِنَminadari
  11. الْمُشْرِكِينَl-musyrikiinaorang-orang musyrik

Inti bacaan

Ibrahim digambarkan sebagai 'suatu teladan' tunggal (ummatan), satu individu yang mewakili kualitas kolektif yang biasanya membutuhkan banyak orang, menunjukkan bahwa keteladanan individu bisa berdampak seluas komunitas. Konkretnya: satu individu yang konsisten dalam integritas bisa menjadi teladan yang berdampak luas layaknya sebuah institusi atau komunitas, kualitas karakter pribadi yang kokoh memiliki daya pengaruh yang melampaui skala individunya.

Tafsiran

Ayat ini membuka pujian terhadap Ibrahim sebagai sosok yang layak disebut suatu umat tersendiri: taat kepada Allah, hanif, dan sama sekali jauh dari kemusyrikan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut satu orang sebagai suatu umat. Satu orang saja. Yang biasanya butuh banyak orang dilekatkan pada seorang diri.
  • Tiga keterangan menyusul: taat, hanif, dan bukan termasuk orang musyrik. Yang ketiga berupa penyangkalan. Yang tak dilakukannya ikut disebut sebagai sifat.
  • Allah menyebutkan pujian ini di surah yang panjang membahas kemusyrikan. Sebagai bandingan. Satu nama diangkat di tengah uraian tentang yang sebaliknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, a-m-m, q-n-t, a-l-h, h-n-f, sh-r-k): ummah diterjemahkan 'teladan/pemimpin (seumat dalam satu diri)'; qaanitan diterjemahkan 'yang patuh (tunduk)', akar q-n-t (putaran QNT); haniifan diterjemahkan 'lurus (condong ke kebenaran)', akar h-n-f (putaran HNF); mushrikiin diterjemahkan 'musyrik' (akar sh-r-k). gloss '(sosok anutan)' dibuang.