إِنَّمَا جُعِلَ السَّبْتُ عَلَى الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ ۚ وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

Sesungguhnya hari Sabtu hanya ditetapkan atas orang-orang yang memperselisihkannya. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang dahulu mereka perselisihkan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّمَا جُعِلَ السَّبْتُ عَلَى الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِinnamaa ju'ila s-sabtu 'alaa lladziina khtalafuu fiihisesungguhnya hari Sabtu hanya ditetapkan atas orang-orang yang memperselisihkannya
  2. وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَwa-inna rabbaka la-yahkumu baynahum yawma l-qiyaamati fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuunadan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang dahulu mereka perselisihkan

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  2. جُعِلَju'iladijadikan
  3. السَّبْتُs-sabtuSabtu
  4. عَلَى'alaaatas
  5. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  6. اخْتَلَفُواkhtalafuuberselisih
  7. فِيهِfiihidi dalamnya
  8. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  9. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  10. لَيَحْكُمُla-yahkumusungguh Dia akan memutuskan
  11. بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
  12. يَوْمَyawmahari
  13. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  14. فِيمَاfiimaapada apa yang
  15. كَانُواkaanuumereka selalu
  16. فِيهِfiihidi dalamnya
  17. يَخْتَلِفُونَyakhtalifuunamereka berselisih

Inti bacaan

Aturan hari Sabtu dijelaskan spesifik hanya berlaku bagi mereka yang memperselisihkannya, dengan penyelesaian akhir diserahkan pada hari Kiamat, pengakuan bahwa beberapa perselisihan detail keagamaan tidak perlu diselesaikan paksa sekarang, ada kerangka waktu penyelesaian yang lebih besar.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan bahwa kewajiban hari Sabtu hanya dikenakan pada mereka yang memperselisihkannya, dan Allah kelak akan memutuskan perselisihan mereka pada hari kiamat.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut aturan itu lahir dari perselisihan. Bukan dari awal. Yang berselisih yang dibebani.
  • Penyelesaiannya ditunda sampai hari kiamat. Bukan diputuskan sekarang. Yang berselisih dibiarkan menunggu.
  • Kalimat penutupnya menyebut Allah yang memutus. Bukan salah satu pihak. Yang menengahi dari luar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan).