ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia pula yang paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِud'u ilaa sabiili rabbika bi-l-hikmati wa-l-maw'izhati l-hasanatiserulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik
  2. وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُwa-jaadilhum bi-llatii hiya ahsanudan debatlah mereka dengan cara yang lebih baik
  3. إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِinna rabbaka huwa a'lamu bi-man dhalla 'an sabiilihisesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya
  4. وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَwa-huwa a'lamu bi-l-muhtadiinadan Dia pula yang paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. ادْعُud'userukanlah
  2. إِلَىٰilaake
  3. سَبِيلِsabiilijalan
  4. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  5. بِالْحِكْمَةِbi-l-hikmatidengan hikmah
  6. وَالْمَوْعِظَةِwa-l-maw'izhatidan pelajaran
  7. الْحَسَنَةِl-hasanatikebaikan
  8. وَجَادِلْهُمْwa-jaadilhumdan bantahlah mereka
  9. بِالَّتِيbi-llatiidengan yang
  10. هِيَhiyaia
  11. أَحْسَنُahsanulebih baik
  12. إِنَّinnasesungguhnya
  13. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  14. هُوَhuwaDialah
  15. أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
  16. بِمَنْbi-manterhadap siapa
  17. ضَلَّdhallasesat
  18. عَنْ'andari
  19. سَبِيلِهِsabiilihijalan-Nya
  20. وَهُوَwa-huwadan Dia
  21. أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
  22. بِالْمُهْتَدِينَbi-l-muhtadiinaorang-orang yang mendapat petunjuk

Inti bacaan

Metodologi dakwah yang eksplisit dan konkret: hikmah, pengajaran yang baik, dan berdebat 'dengan cara yang lebih baik', tiga pendekatan berbeda untuk situasi berbeda, semuanya menekankan kualitas cara penyampaian, bukan sekadar isi pesan. Konkretnya: menyampaikan kebenaran atau nasihat penting membutuhkan lebih dari sekadar isi yang benar, cara penyampaian (bijaksana, mendidik dengan baik, berdebat secara elegan) sama pentingnya dengan substansi pesan itu sendiri.

Tafsiran

Ayat ini memerintahkan dakwah dengan hikmah, pengajaran yang baik, dan perdebatan dengan cara terbaik, sementara penilaian akhir siapa yang tersesat dan siapa yang mendapat petunjuk sepenuhnya wewenang Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut tiga cara: hikmah, pengajaran yang baik, dan berdebat dengan cara yang lebih baik. Bertingkat. Yang paling keras di antaranya pun masih disyaratkan lebih baik.
  • Untuk perdebatan, syaratnya bukan baik melainkan lebih baik. Ambangnya dinaikkan. Justru pada keadaan paling panas, tuntutannya paling tinggi.
  • Allah menutup dengan menyebut Dia paling mengetahui siapa yang tersesat dan siapa yang mendapat petunjuk. Penilaian dikembalikan. Yang menyeru tak perlu memutuskan siapa yang sudah kalah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan).