بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Mahasuci yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjid Terlarang ke Masjid Terjauh, yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dialah Yang Mendengar, Yang Melihat.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًاsubhaana lladzii asraa bi-'abdihi laylanMahasuci yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari
  2. مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَىmina l-masjidi l-haraami ilaa l-masjidi l-aqshaadari Masjid Terlarang ke Masjid Terjauh
  3. الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَاalladzii baaraknaa hawlahu li-nuriyahu min aayaatinaayang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda Kami
  4. إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُinnahu huwa s-samii'u l-bashiirusesungguhnya Dialah Yang Mendengar, Yang Melihat

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. سُبْحَانَsubhaanaMahasuci
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. أَسْرَىٰasraatawanan
  4. بِعَبْدِهِbi-'abdihihamba-Nya
  5. لَيْلًاlaylanmalam
  6. مِنَminadari
  7. الْمَسْجِدِl-masjidiMasjid
  8. الْحَرَامِl-haraamiHaram
  9. إِلَىilaakepada
  10. الْمَسْجِدِl-masjidiMasjid
  11. الْأَقْصَىl-aqshaayang terjauh
  12. الَّذِيalladziiyang
  13. بَارَكْنَاbaaraknaaKami memberkahi
  14. حَوْلَهُhawlahusekelilingnya
  15. لِنُرِيَهُli-nuriyahuagar Kami memperlihatkan kepadanya
  16. مِنْmindari
  17. آيَاتِنَاaayaatinaatanda-tanda Kami
  18. إِنَّهُinnahusesungguhnya
  19. هُوَhuwaDialah
  20. السَّمِيعُs-samii'uYang Mendengar
  21. الْبَصِيرُl-bashiiruYang Melihat

Inti bacaan

Perjalanan malam yang luar biasa (Isra) memiliki tujuan eksplisit: 'agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda Kami', pengalaman luar biasa diberikan bukan sebagai keistimewaan tanpa makna, melainkan untuk memperluas pemahaman dan penglihatan.

Penjelasan pilihan kata

'Mahasuci' (subhaana) ditulis satu kata, dari akar yang berarti menyucikan, formula penyucian yang menyatakan Allah bebas dari segala cela, berbeda dari akar terpisah yang berarti suci ('Sang Kudus') yang juga kadang diterjemahkan serupa; dua akar berbeda dijaga terpisah di sini. 'Masjid Terlarang' dan 'Masjid Terjauh': nama tempat diterjemahkan literal sesuai makna kata-katanya sendiri (al-haraam='yang terlarang/suci', al-aqsaa='yang terjauh'), tanpa menyisipkan nama kota atau bangunan spesifik yang tidak disebut eksplisit dalam ayat ini. 'Yang Mendengar, Yang Melihat' (as-samii' al-basiir): bentuk takrif, konsisten dengan terjemahan 'Yang' yang sudah dipakai di 3:35, 3:38, dan 12:34.

Tafsiran

Ayat pembuka surah ini menceritakan perjalanan malam yang luar biasa: dari satu tempat suci ke tempat suci lain yang diberkahi, dengan tujuan eksplisit memperlihatkan sebagian tanda-tanda Allah, ditutup dengan penegasan bahwa Allah Yang mendengar dan melihat segala sesuatu yang terjadi dalam peristiwa ini.

Renungan dan Hikmah

  • Pada peristiwa paling luar biasa yang dialaminya, orang itu tidak disebut dengan nama atau gelar kenabiannya, melainkan 'hamba-Nya'. Sebutan yang paling rendah dipakai di titik yang paling tinggi. Allah rupanya tidak menganggap perjalanan itu menaikkan kedudukan siapa pun; yang dinaikkan cuma pemandangannya.
  • Ayat ini tidak dibuka dengan kabar, melainkan dengan pujian: 'Mahasuci yang telah memperjalankan'. Peristiwanya diletakkan sebagai bukti tentang Allah, bukan sebagai prestasi tentang hamba-Nya. Cara membuka sebuah cerita menentukan siapa yang jadi pokoknya, dan di sini pokoknya diputuskan di kata pertama.
  • Perjalanan itu tujuannya diperlihatkan tanda-tanda, dan ayatnya ditutup dengan 'Dialah Yang Mendengar, Yang Melihat'. Sesudah seseorang diberi melihat hal yang tak pernah dilihat manusia lain, yang ditegaskan justru penglihatan Allah. Yang diberi kesempatan melihat tetap yang dilihat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. ⟶ subhaan diterjemahkan 'Mahasuci': formula tasbih/tanziih, akar s-b-h 'menjauh' diterjemahkan menyatakan Allah jauh/bebas dari cela. Ditulis SATU kata utk membedakan dari qudduus diterjemahkan 'Sang Kudus' (akar q-d-s), dua kata berbeda yang dulu sama-sama 'Maha Suci' (tabrakan QS 4:82).