ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا

Wahai keturunan orang yang Kami bawa bersama Nuh, sesungguhnya ia adalah hamba yang bersyukur.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍdzurriyyata man hamalnaa ma'a nuuhinwahai keturunan orang yang Kami bawa bersama Nuh
  2. إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًاinnahu kaana 'abdan syakuuransesungguhnya ia adalah hamba yang bersyukur

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. ذُرِّيَّةَdzurriyyataketurunan
  2. مَنْmanorang yang
  3. حَمَلْنَاhamalnaaKami mengangkut
  4. مَعَma'abersama
  5. نُوحٍnuuhinNuh
  6. إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
  7. كَانَkaanaadalah
  8. عَبْدًا'abdanseorang hamba
  9. شَكُورًاsyakuuranyang bersyukur

Inti bacaan

Nuh disebut sebagai 'hamba yang bersyukur', kualitas syukur dipilih sebagai kualitas paling representatif untuk mewakili karakter Nuh, di antara berbagai pencapaiannya yang luar biasa. Konkretnya: dari sekian banyak pencapaian besar seorang tokoh, kualitas syukur bisa jadi yang paling layak diteladani dan diingat, karakter batin yang konsisten lebih fundamental daripada pencapaian eksternal semata.

Penjelasan pilihan kata

'Bersyukur' (shakuur): merujuk pada Nuh, dipertahankan tanpa penanda intensitas tambahan seperti 'sangat/banyak bersyukur' yang tidak ditandai secara gramatikal dalam bentuk kata ini.

Tafsiran

Ayat ini menyapa Bani Israil sebagai keturunan mereka yang selamat bersama Nuh, sekaligus menyisipkan teladan Nuh sebagai hamba yang bersyukur: sebuah pengingat tentang sikap yang seharusnya diwarisi oleh keturunannya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyapa mereka bukan dengan nama kaumnya, melainkan sebagai keturunan orang yang dibawa bersama Nuh. Mereka diingatkan dari mana asalnya. Menyebut asal-usul sebelum menyampaikan sesuatu menempatkan pendengarnya di dalam cerita yang lebih panjang.
  • Dari seluruh riwayat Nuh yang panjang, yang disebut satu: hamba yang bersyukur. Bukan yang sabar atau yang selamat. Sifat yang paling jarang dikaitkan orang dengan hidup seberat itu justru yang dipilih menjadi namanya.
  • Keterangan tentang Nuh muncul di tengah sapaan, bukan sebagai kisah tersendiri. Allah menaruhnya di sana tanpa berhenti bercerita. Yang hendak diwariskan rupanya bukan riwayatnya, melainkan satu sifat yang bisa dibawa keturunannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

'banyak bersyukur' diterjemahkan 'bersyukur': abdan shakuuraa, intensitas fa'uul tak ditandai (contoh serupa ghaffaar; penanda 'banyak/sangat' = tafsiran bentuk, bukan teks). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).