ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا
Wahai keturunan orang yang Kami bawa bersama Nuh, sesungguhnya ia adalah hamba yang bersyukur.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍdzurriyyata man hamalnaa ma'a nuuhinwahai keturunan orang yang Kami bawa bersama Nuh
- إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًاinnahu kaana abdan shakuuransesungguhnya ia adalah hamba yang bersyukur
Catatan pilihan kata (ringkas)
'banyak bersyukur' diterjemahkan 'bersyukur': abdan shakuuraa, intensitas fa'uul tak ditandai (contoh serupa ghaffaar; penanda 'banyak/sangat' = tafsiran bentuk, bukan teks). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Lih.. Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).
Aplikasi
Nuh disebut sebagai 'hamba yang bersyukur', kualitas syukur dipilih sebagai kualitas paling representatif untuk mewakili karakter Nuh, di antara berbagai pencapaiannya yang luar biasa. Konkretnya: dari sekian banyak pencapaian besar seorang tokoh, kualitas syukur bisa jadi yang paling layak diteladani dan diingat, karakter batin yang konsisten lebih fundamental daripada pencapaian eksternal semata.