وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

dan bahwa orang-orang yang tidak beriman pada akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِwa-anna lladziina laa yu'minuuna bi-l-aakhiratidan bahwa orang-orang yang tidak beriman pada akhirat
  2. أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًاa'tadnaa lahum 'adzaaban aliimanKami sediakan bagi mereka azab yang pedih

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَأَنَّwa-annadan bahwa
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. لَاlaatidak
  4. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
  5. بِالْآخِرَةِbi-l-aakhiratidengan akhirat
  6. أَعْتَدْنَاa'tadnaaKami menyediakan
  7. لَهُمْlahumbagi mereka
  8. عَذَابًا'adzaabanazab
  9. أَلِيمًاaliimanyang pedih

Inti bacaan

Konsekuensi tegas bagi yang tidak beriman pada akhirat, pengulangan tema akuntabilitas yang konsisten sebagai fondasi berulang di seluruh Al-Qur'an.

Penjelasan pilihan kata

'Menyediakan' (a'tadnaa): kata yang menandai persiapan yang sudah pasti, bukan ancaman spekulatif, melengkapi kabar gembira di ayat sebelumnya dengan sisi sebaliknya bagi yang menolak.

Tafsiran

Ayat ini menyeimbangkan kabar gembira 17:9 dengan peringatan yang sama tegasnya: dua sisi konsekuensi yang disampaikan berdampingan, tanpa menyembunyikan salah satunya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menaruh peringatan tepat sesudah kabar gembira. Dua sisi diberikan bersama. Tidak ada yang disembunyikan.
  • Kata menyediakan dipakai, bukan kata mengancam. Sudah disiapkan. Bukan kemungkinan yang menunggu keputusan.
  • Yang ditunjuk bukan pelaku dosa tertentu, melainkan yang tidak percaya akhirat. Allah menyebut pangkalnya, bukan cabangnya. Dari sana yang lain mengalir.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-m-n, a-kh-r, '-t-d, '-dz-b, a-l-m): a'tadnaa diterjemahkan 'menyediakan' (akar '-t-d); adhaab aliim diterjemahkan 'azab yang pedih'. Selaras.