وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا

Dan manusia berdoa untuk keburukan sebagaimana doanya untuk kebaikan, dan manusia bersifat tergesa-gesa.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِwa-yad'u l-insaanu bi-sy-syarri du'aa'ahu bi-l-khayridan manusia berdoa untuk keburukan sebagaimana doanya untuk kebaikan
  2. وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًاwa-kaana l-insaanu 'ajuulandan manusia bersifat tergesa-gesa

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَيَدْعُwa-yad'udan menyeru
  2. الْإِنْسَانُl-insaanumanusia
  3. بِالشَّرِّbi-sy-syarridengan keburukan
  4. دُعَاءَهُdu'aa'ahudoanya
  5. بِالْخَيْرِbi-l-khayridengan kebaikan
  6. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  7. الْإِنْسَانُl-insaanumanusia
  8. عَجُولًا'ajuulantergesa-gesa

Inti bacaan

Pengamatan psikologis tajam: manusia kadang berdoa untuk keburukan (dalam kemarahan/ketergesaan) 'sebagaimana doanya untuk kebaikan', ketergesaan manusia bisa membuatnya secara tidak sengaja meminta hal yang justru merugikan dirinya sendiri. Konkretnya: berhati-hati terhadap doa atau keinginan yang diucapkan dalam kemarahan atau ketergesaan, sifat tergesa-gesa manusia bisa membuat seseorang secara tidak sadar meminta sesuatu yang sebenarnya merugikan dirinya sendiri jika benar-benar dikabulkan.

Penjelasan pilihan kata

'Tergesa-gesa' (ajuul): sifat yang menjelaskan mengapa manusia kadang secara tidak sadar meminta hal buruk dengan semangat yang sama seperti meminta kebaikan, karena didorong oleh keinginan segera tanpa mempertimbangkan konsekuensi.

Tafsiran

Ayat ini menyisipkan pengamatan tentang sifat dasar manusia: kecenderungan tergesa-gesa yang membuatnya kadang berdoa untuk sesuatu yang buruk dengan intensitas sama seperti mendoakan kebaikan, tanpa menyadari bedanya.

Renungan dan Hikmah

  • Sifat عَجُولًا sekali saja muncul, tetapi keterangan yang sama diulang dengan susunan lain di 21:37: “manusia diciptakan tergesa-gesa”. Bedanya apa yang menyusul. Di 21:37 yang menyusul larangan meminta agar tanda-tanda disegerakan. Di sini yang menyusul, satu ayat kemudian di 17:12, justru malam dan siang yang dijadikan dua tanda supaya bilangan tahun dan perhitungan diketahui. Sifat tergesa disebut tepat sebelum keterangan tentang waktu yang berjalan teratur.
  • Rangkaian وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ tak ada duanya, dan yang menarik pada susunannya, keburukan dan kebaikan dipanggil dengan kata yang sama persis: doa. Ayat ini tidak menyebut dua macam permohonan, melainkan satu perbuatan yang isinya bisa berlawanan tanpa berubah bentuknya. Itu sebabnya ia sukar dikenali dari luar, yang membedakannya bukan caranya meminta, melainkan apa yang diminta.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-'-w, a-n-s, sh-r-r, kh-y-r, k-w-n, '-j-l): yad'u diterjemahkan 'berdoa/menyeru' (akar d-'-w); sharr/khayr diterjemahkan 'keburukan/kebaikan'; ajuul diterjemahkan 'tergesa-gesa' (akar '-j-l). Selaras.