وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا
Dan setiap manusia, Kami kalungkan nasibnya di lehernya, dan Kami keluarkan baginya pada hari kebangkitan sebuah kitab yang ia jumpai dalam keadaan terbuka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِwa-kulla insaanin alzamnaahu thaa'irahu fii 'unuqihidan setiap manusia, Kami kalungkan nasibnya di lehernya
- وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًاwa-nukhriju lahu yawma l-qiyaamati kitaaban yalqaahu mansyuurandan Kami keluarkan baginya pada hari kebangkitan sebuah kitab yang ia jumpai dalam keadaan terbuka
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَكُلَّwa-kulladan setiap
- إِنْسَانٍinsaaninmanusia
- أَلْزَمْنَاهُalzamnaahuKami kalungkan kepadanya
- طَائِرَهُthaa'irahuamalnya
- فِيfiidi
- عُنُقِهِ'unuqihilehernya
- وَنُخْرِجُwa-nukhrijudan Kami mengeluarkan
- لَهُlahubaginya
- يَوْمَyawmahari
- الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
- كِتَابًاkitaabankitab
- يَلْقَاهُyalqaahumenemuinya
- مَنْشُورًاmansyuuranyang terbuka
Inti bacaan
Metafora kuat: 'nasibnya dikalungkan di lehernya', tanggung jawab atas tindakan sendiri melekat begitu dekat dan personal, tidak bisa dilepaskan atau dijauhkan dari diri. Konkretnya: memandang catatan tindakan sendiri sebagai sesuatu yang senantiasa melekat (bukan terpisah atau bisa ditinggalkan) mendorong kesadaran berkelanjutan akan konsekuensi setiap pilihan yang diambil.
Penjelasan pilihan kata
'Nasib' (taa'ir, harfiah 'burung'): sebuah kiasan lama yang menandai catatan takdir/amal seseorang, dipertahankan sesuai citranya sendiri tanpa memperluas jadi penjelasan tambahan. 'Dikalungkan di leher': gambaran bahwa catatan amal itu melekat erat pada diri seseorang, tak terpisahkan.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa catatan amal setiap orang bukan sesuatu yang tersembunyi atau bisa dihindari, melainkan melekat erat sejak sekarang dan akan disingkapkan penuh pada hari kebangkitan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut dua waktu dalam satu kalimat: dikalungkan sejak sekarang, dibuka pada hari kebangkitan. Bendanya sama; yang berubah cuma kapan ia terlihat. Yang menunggu di hari itu bukan sesuatu yang baru datang, melainkan yang sepanjang hidup ikut ke mana-mana.
- Tempat yang disebut leher, bukan tangan atau punggung. Tidak bisa diletakkan, tidak bisa dititipkan. Dan leher juga tempat yang tak terlihat oleh pemakainya sendiri, meski dilihat setiap orang yang berpapasan dengannya.
- Kitab itu disebut sudah terbuka ketika dijumpai. Tidak ada yang perlu membukanya lebih dahulu. Allah menggambarkan sebuah pertemuan tanpa jeda antara menerima dan mengetahui isinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-l-l, a-n-s, l-z-m, t-y-r, '-n-q, kh-r-j, y-w-m, q-w-m, k-t-b, l-q-y, n-sh-r): alzamnaahu diterjemahkan 'Kami tetapkan/kalungkan' (akar l-z-m); taa'ir diterjemahkan 'nasib (amal)' (akar t-y-r, harfiah 'burung nasib'); unuq diterjemahkan 'leher'; manshuur diterjemahkan 'terbuka (terbentang)' (akar n-sh-r). gloss '(catatan)' dibuang.