وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا
Dan setiap manusia, Kami kalungkan nasibnya di lehernya, dan Kami keluarkan baginya pada hari kebangkitan sebuah kitab yang ia jumpai dalam keadaan terbuka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِwa-kulla insaanin alzamnaahu taa'irahu fii unuqihidan setiap manusia, Kami kalungkan nasibnya di lehernya
- وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًاwa-nukhriju lahu yawma l-qiyaamati kitaaban yalqaahu manshuurandan Kami keluarkan baginya pada hari kebangkitan sebuah kitab yang ia jumpai dalam keadaan terbuka
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar k-l-l, a-n-s, l-z-m, t-y-r, '-n-q, kh-r-j, y-w-m, q-w-m, k-t-b, l-q-y, n-sh-r): alzamnaahu diterjemahkan 'Kami tetapkan/kalungkan' (akar l-z-m); taa'ir diterjemahkan 'nasib (amal)' (akar t-y-r, harfiah 'burung nasib'); unuq diterjemahkan 'leher'; manshuur diterjemahkan 'terbuka (terbentang)' (akar n-sh-r). gloss '(catatan)' dibuang.
Aplikasi
Metafora kuat: 'nasibnya dikalungkan di lehernya', tanggung jawab atas tindakan sendiri melekat begitu dekat dan personal, tidak bisa dilepaskan atau dijauhkan dari diri. Konkretnya: memandang catatan tindakan sendiri sebagai sesuatu yang senantiasa melekat (bukan terpisah atau bisa ditinggalkan) mendorong kesadaran berkelanjutan akan konsekuensi setiap pilihan yang diambil.