مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia mendapat petunjuk untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat, sesungguhnya ia sesat atas dirinya sendiri. Dan seorang pemikul dosa tidak memikul dosa orang lain. Dan Kami tidak akan menyiksa hingga Kami mengutus seorang rasul.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِmani htadaa fa-innamaa yahtadii li-nafsihisiapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia mendapat petunjuk untuk dirinya sendiri
  2. وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَاwa-man dhalla fa-innamaa yadhillu 'alayhaadan siapa yang sesat, sesungguhnya ia sesat atas dirinya sendiri
  3. وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰwa-laa taziru waaziratun wizra ukhraadan seorang pemikul dosa tidak memikul dosa orang lain
  4. وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًاwa-maa kunnaa mu'adzdzibiina hattaa nab'atsa rasuulandan Kami tidak akan menyiksa hingga Kami mengutus seorang rasul

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. مَنِmanisiapa yang
  2. اهْتَدَىٰhtadaamendapat petunjuk
  3. فَإِنَّمَاfa-innamaamaka sesungguhnya hanyalah
  4. يَهْتَدِيyahtadiimendapat petunjuk
  5. لِنَفْسِهِli-nafsihiuntuk dirinya
  6. وَمَنْwa-mandan orang yang
  7. ضَلَّdhallasesat
  8. فَإِنَّمَاfa-innamaamaka sesungguhnya hanyalah
  9. يَضِلُّyadhillusesat
  10. عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
  11. وَلَاwa-laadan tidak pula
  12. تَزِرُtazirumemikul
  13. وَازِرَةٌwaaziratunyang memikul
  14. وِزْرَwizrabeban
  15. أُخْرَىٰukhraayang lain
  16. وَمَاwa-maadan tidaklah
  17. كُنَّاkunnaaKami adalah
  18. مُعَذِّبِينَmu'adzdzibiinayang mengazab
  19. حَتَّىٰhattaasampai
  20. نَبْعَثَnab'atsaKami membangkitkan
  21. رَسُولًاrasuulanseorang rasul

Inti bacaan

Prinsip keadilan individual yang jelas: 'seorang pemikul tidak memikul beban orang lain' dan tidak ada yang disiksa 'hingga diutus seorang rasul', dua jaminan keadilan: tanggung jawab bersifat personal (bukan kolektif turun-temurun) dan konsekuensi hanya berlaku setelah informasi yang cukup diberikan. Konkretnya: prinsip bahwa tanggung jawab moral bersifat individual (bukan diwariskan dari kesalahan orang lain) dan hanya berlaku setelah informasi yang memadai tersedia adalah kerangka keadilan yang bisa diterapkan saat menilai situasi orang lain, tidak adil menghakimi seseorang atas hal yang belum pernah mereka ketahui.

Penjelasan pilihan kata

'Seorang pemikul dosa tidak memikul dosa orang lain', prinsip tanggung jawab pribadi yang tegas; catatan penting: prinsip ini melengkapi (bukan bertentangan dengan) 16:25 tentang memikul 'sebagian dosa orang yang disesatkan', di sana yang dipikul adalah dosa menyesatkan (tindakan sendiri), bukan dosa orang yang disesatkan itu sendiri. 'Hingga Kami mengutus seorang rasul': menegaskan prinsip bahwa hukuman tidak dijatuhkan tanpa peringatan yang jelas terlebih dahulu.

Tafsiran

Ayat ini menyimpulkan gugusan tentang pertanggungjawaban dengan dua prinsip keadilan mendasar: setiap orang menanggung akibat pilihannya sendiri, dan tidak ada yang dihukum tanpa peringatan yang jelas terlebih dahulu, sebuah kerangka keadilan yang menyeluruh sebelum kisah-kisah kehancuran umat berikutnya dijelaskan.

Renungan dan Hikmah

  • Prinsip 'tidak memikul dosa orang lain' di sini perlu dibaca cermat berdampingan dengan 16:25 (memikul sebagian dosa orang yang disesatkan), keduanya konsisten karena yang dipikul di 16:25 adalah dosa tindakan menyesatkan itu sendiri (perbuatan si penyesat), bukan dosa pribadi orang yang tersesat; kedua ayat menegaskan prinsip yang sama dari sudut berbeda, bukan kontradiksi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar h-d-y, n-f-s, d-l-l, w-z-r, a-kh-r, k-w-n, '-dz-b, b-'-ts, r-s-l): ihtadaa/dalla diterjemahkan 'mendapat petunjuk/sesat' (akar h-d-y HDY, akar d-l-l putaran 78); laa taziru waaziratun wizra ukhraa diterjemahkan 'seorang pemikul tidak memikul beban orang lain' (akar w-z-r, gema 6:164, tanggung-jawab pribadi); maa kunnaa mu'adhdhibiin hattaa nab'atha rasuulan diterjemahkan 'Kami tak menyiksa hingga mengutus rasul' (prinsip: tak ada hukuman tanpa peringatan lebih dulu).