وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا
Dan apabila Kami hendak membinasakan suatu negeri, Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah di dalamnya, lalu mereka berbuat fasik di dalamnya, maka pastilah berlaku atasnya ketetapan, lalu Kami hancurkan ia sehancur-hancurnya.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةًwa-idzaa aradnaa an nuhlika qaryatandan apabila Kami hendak membinasakan suatu negeri
- أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَاamarnaa mutrafiihaa fa-fasaquu fiihaaKami perintahkan orang-orang yang hidup mewah di dalamnya, lalu mereka berbuat fasik di dalamnya
- فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُfa-haqqa alayhaa l-qawlumaka pastilah berlaku atasnya ketetapan
- فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًاfa-dammarnaahaa tadmiiranlalu Kami hancurkan ia sehancur-hancurnya
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar r-w-d, h-l-k, q-r-y, a-m-r, t-r-f, f-s-q, h-q-q, q-w-l, d-m-r): nuhlika diterjemahkan 'membinasakan' (akar h-l-k); amarnaa mutrafiihaa diterjemahkan 'Kami perintahkan orang yang hidup mewah' (akar '-m-r + akar t-r-f); fasaquu diterjemahkan 'berbuat fasik' (akar f-s-q); haqqa alayhaa l-qawl diterjemahkan 'berlaku/pasti atasnya perkataan' (akar h-q-q + akar q-w-l); dammarnaa diterjemahkan 'menghancurkan' (akar d-m-r). gloss '(agar menaati Allah)/(azab Kami)' dibuang.
Aplikasi
Pola kehancuran suatu negeri dijelaskan bermula dari 'orang-orang yang hidup mewah' yang justru berbuat fasik, kemewahan tanpa kendali moral disorot sebagai titik rawan yang bisa memicu kehancuran kolektif, bukan sekadar netral.