وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِنْ بَعْدِ نُوحٍ ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا
Dan betapa banyak generasi setelah Nuh yang telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai yang waskita lagi melihat dosa-dosa hamba-Nya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِنْ بَعْدِ نُوحٍwa-kam ahlaknaa mina l-quruuni min ba'di nuuhindan betapa banyak generasi setelah Nuh yang telah Kami binasakan
- وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًاwa-kafaa bi-rabbika bi-dzunuubi 'ibaadihi khabiiran bashiirandan cukuplah Tuhanmu sebagai yang waskita lagi melihat dosa-dosa hamba-Nya
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَكَمْwa-kamdan betapa banyak
- أَهْلَكْنَاahlaknaaKami binasakan
- مِنَminadari
- الْقُرُونِl-quruunigenerasi-generasi
- مِنْmindari
- بَعْدِba'disesudah
- نُوحٍnuuhinNuh
- وَكَفَىٰwa-kafaadan cukuplah
- بِرَبِّكَbi-rabbikakepada Tuhanmu
- بِذُنُوبِbi-dzunuubikarena dosa
- عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
- خَبِيرًاkhabiiranwaskita
- بَصِيرًاbashiiranmelihat
Inti bacaan
Sejarah kehancuran generasi demi generasi setelah Nuh disebutkan sebagai pola berulang, ditutup dengan penegasan bahwa Tuhan 'waskita lagi melihat dosa-dosa hamba-Nya', akuntabilitas historis dan personal berjalan beriringan.
Penjelasan pilihan kata
'Waskita' (khabiir), akar yang menandai pengetahuan mendalam atas keadaan batin/internal sesuatu, berbeda dari 'berilmu' (aliim) yang lebih umum; 'melihat' (basiir), melengkapi dengan pengamatan atas yang tampak, dua sifat yang saling melengkapi: mengetahui yang tersembunyi dan menyaksikan yang nyata.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan pola berulang kehancuran generasi demi generasi sejak Nuh (menyambung kembali ke penyebutan Nuh di 17:3) sebagai bukti historis luas, disertai penegasan bahwa Allah sepenuhnya menyaksikan dan mengetahui setiap dosa yang menjadi penyebabnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut generasi-generasi setelah Nuh, menyambung nama yang sudah disebut di awal surah. Rentangnya panjang sekali. Yang dihitung bukan satu kejadian, melainkan deretan yang tak putus dari nama yang sama.
- Penutup dari Allah menyebut Tuhanmu waskita lagi melihat. Satu tentang yang tersembunyi, satu tentang yang tampak. Keduanya disebut bersama, sehingga tak ada bagian dari perbuatan seseorang yang jatuh di antara keduanya.
- Kata yang dipakai cukuplah Tuhanmu sebagai yang menyaksikan. Tidak diperlukan saksi lain. Sejarah panjang tentang generasi yang binasa ditutup bukan dengan daftar bukti, melainkan dengan keterangan bahwa satu saksi sudah memadai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
khabiir diterjemahkan 'waskita' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan belum ditelaah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (kata serapan akar); khubr pemakaian diteruskan+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!). makna kedua 'TRIED, TESTED, proved by EXPERIENCE'; khabiir = 'pengetahuan luas atas perkara batin, seperti shahiid atas perkara lahir'; Jangkar: khabiir = petani penggarap.