Ayat 17:18
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا
Siapa yang menghendaki kehidupan yang segera, Kami segerakan baginya di dalamnya apa yang Kami kehendaki bagi siapa yang Kami kehendaki. Kemudian Kami jadikan baginya Jahanam, yang ia masuki dalam keadaan tercela lagi terusir.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَman kaana yuriidu l-aajilatasiapa yang menghendaki kehidupan yang segera
- عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُajjalnaa lahu fiihaa maa nashaa'u li-man nuriiduKami segerakan baginya di dalamnya apa yang Kami kehendaki bagi siapa yang Kami kehendaki
- ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًاtsumma ja'alnaa lahu jahannama yaslaahaa madzmuuman madhuurankemudian Kami jadikan baginya Jahanam yang ia masuki dalam keadaan tercela lagi terusir
Aplikasi
Kontras tegas antara orientasi jangka pendek ('menghendaki kehidupan yang segera') dan konsekuensinya yang jauh lebih besar, pilihan mengejar kepuasan instan tanpa pertimbangan jangka panjang membawa risiko serius yang tidak proporsional dengan kesenangan sesaat yang didapat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, r-w-d, '-j-l, sh-y-a, j-'-l, s-l-y, dz-m-m, d-h-r): yuriidu l-'aajilah diterjemahkan 'menghendaki (kehidupan) yang segera' (akar '-j-l); ajjalnaa diterjemahkan 'Kami segerakan' (akar '-j-l); yaslaahaa diterjemahkan 'ia masuki (terbakar)' (akar s-l-y); madhmuum/madhuur diterjemahkan 'tercela/terusir'. gloss '(duniawi)/(dunia)/(neraka)/(dari rahmat Allah)' dibuang.
Ayat 17:19
وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا
Dan siapa yang menghendaki akhirat dan berusaha ke arahnya dengan usaha yang sungguh-sungguh, sedang ia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya diganjar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَاwa-man araada l-aakhirata wa-sa'aa lahaa sa'yahaadan siapa yang menghendaki akhirat dan berusaha ke arahnya dengan usaha yang sungguh-sungguh
- وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًاwa-huwa mu'minun fa-ulaa'ika kaana sa'yuhum mashkuuransedang ia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya diganjar
Aplikasi
Kontras dengan ayat sebelumnya: yang menghendaki akhirat dan 'berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh' sambil beriman, usahanya 'diganjar', kombinasi niat jangka panjang, usaha nyata, dan keimanan sebagai tiga syarat bersama untuk hasil yang baik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan ini 'diganjar' mengembalikan konsep berbeda dari jazaa' (lih. 76:22) & qabuul. Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).
Ayat 17:20
كُلًّا نُمِدُّ هَٰؤُلَاءِ وَهَٰؤُلَاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ ۚ وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا
Kepada masing-masing, golongan ini dan golongan itu, Kami beri dari pemberian Tuhan-mu, dan pemberian Tuhanmu tidaklah terhalang.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- كُلًّا نُمِدُّ هَٰؤُلَاءِ وَهَٰؤُلَاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَkullan numiddu haa'ulaa'i wa-haa'ulaa'i min ataa'i rabbikakepada masing-masing, golongan ini dan golongan itu, Kami beri dari pemberian Tuhanmu
- وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًاwa-maa kaana ataa'u rabbika mahzhuurandan pemberian Tuhanmu tidaklah terhalang
Aplikasi
Prinsip inklusif: baik yang menghendaki dunia maupun akhirat, keduanya tetap diberi dari pemberian Tuhan, 'pemberian Tuhanmu tidaklah terhalang' menegaskan kemurahan yang tidak dibatasi eksklusif hanya untuk satu golongan pilihan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-l-l, m-d-d, '-t-w, r-b-b, k-w-n, h-zh-r): numiddu diterjemahkan 'Kami beri/tambah' (akar m-d-d); ataa' diterjemahkan 'pemberian' (akar '-t-w); mahzhuur diterjemahkan 'terhalang (terlarang)' (akar h-zh-r). gloss '(golongan)/(yang menginginkan dunia)/(yang menginginkan akhirat)' dibuang.