مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا
Siapa yang menghendaki kehidupan yang segera, Kami segerakan baginya di dalamnya apa yang Kami kehendaki bagi siapa yang Kami kehendaki. Kemudian Kami jadikan baginya Jahanam, yang ia masuki dalam keadaan tercela lagi terusir.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَman kaana yuriidu l-'aajilatasiapa yang menghendaki kehidupan yang segera
- عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ'ajjalnaa lahu fiihaa maa nasyaa'u li-man nuriiduKami segerakan baginya di dalamnya apa yang Kami kehendaki bagi siapa yang Kami kehendaki
- ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًاtsumma ja'alnaa lahu jahannama yashlaahaa madzmuuman madhuurankemudian Kami jadikan baginya Jahanam yang ia masuki dalam keadaan tercela lagi terusir
Terjemahan per kata (18 kata)
- مَنْmanorang yang
- كَانَkaanaadalah
- يُرِيدُyuriiduDia kehendaki
- الْعَاجِلَةَl-'aajilatakehidupan yang segera
- عَجَّلْنَا'ajjalnaaKami menyegerakan
- لَهُlahubaginya
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- مَاmaaapa yang
- نَشَاءُnasyaa'uKami kehendaki
- لِمَنْli-manbagi siapa yang
- نُرِيدُnuriiduKami kehendaki
- ثُمَّtsummakemudian
- جَعَلْنَاja'alnaaKami menjadikan
- لَهُlahubaginya
- جَهَنَّمَjahannamaJahanam
- يَصْلَاهَاyashlaahaamemasukinya
- مَذْمُومًاmadzmuumanyang tercela
- مَدْحُورًاmadhuuranyang terusir
Inti bacaan
Kontras tegas antara orientasi jangka pendek ('menghendaki kehidupan yang segera') dan konsekuensinya yang jauh lebih besar, pilihan mengejar kepuasan instan tanpa pertimbangan jangka panjang membawa risiko serius yang tidak proporsional dengan kesenangan sesaat yang didapat.
Penjelasan pilihan kata
'Kehidupan yang segera' (al-aajilah): merujuk pada orientasi hidup yang hanya mengejar kepuasan langsung tanpa mempertimbangkan akhirat, dikontraskan langsung dengan orientasi akhirat di ayat berikutnya.
Tafsiran
Ayat ini membuka perbandingan dua orientasi hidup: mereka yang hanya menginginkan kepuasan segera memang bisa mendapatkannya di dunia, namun berakhir dengan konsekuensi buruk yang jauh lebih besar di akhirat.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut siapa yang menghendaki kehidupan yang segera, Dia segerakan baginya. Permintaannya dikabulkan. Yang dikejar sungguh-sungguh memang cenderung didapat.
- Pemberian itu dibatasi dua kali: apa yang Kami kehendaki, bagi siapa yang Kami kehendaki. Jumlah dan penerimanya. Yang mengejar dunia pun tidak menentukan sendiri berapa yang ia dapat.
- Allah menutup dengan menyebut ia masuk dalam keadaan tercela lagi terusir. Dua kata. Yang dikejar seumur hidup ternyata dibayar dengan hilangnya dua hal yang tak pernah ia kejar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, r-w-d, '-j-l, sh-y-a, j-'-l, s-l-y, dz-m-m, d-h-r): yuriidu l-'aajilah diterjemahkan 'menghendaki (kehidupan) yang segera' (akar '-j-l); ajjalnaa diterjemahkan 'Kami segerakan' (akar '-j-l); yaslaahaa diterjemahkan 'ia masuki (terbakar)' (akar s-l-y); madhmuum/madhuur diterjemahkan 'tercela/terusir'. gloss '(duniawi)/(dunia)/(neraka)/(dari rahmat Allah)' dibuang.