وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا

Dan siapa yang menghendaki akhirat dan berusaha ke arahnya dengan usaha yang sungguh-sungguh, sedang ia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya diganjar.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَاwa-man araada l-aakhirata wa-sa'aa lahaa sa'yahaadan siapa yang menghendaki akhirat dan berusaha ke arahnya dengan usaha yang sungguh-sungguh
  2. وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًاwa-huwa mu'minun fa-ulaa'ika kaana sa'yuhum masykuuransedang ia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya diganjar

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَمَنْwa-mandan orang yang
  2. أَرَادَaraadamaksudkan
  3. الْآخِرَةَl-aakhirataakhirat
  4. وَسَعَىٰwa-sa'aadan berusaha
  5. لَهَاlahaakepadanya
  6. سَعْيَهَاsa'yahaausahanya
  7. وَهُوَwa-huwasedang ia
  8. مُؤْمِنٌmu'minunorang beriman
  9. فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
  10. كَانَkaanaadalah
  11. سَعْيُهُمْsa'yuhumusaha mereka
  12. مَشْكُورًاmasykuuranyang dibalas

Inti bacaan

Kontras dengan ayat sebelumnya: yang menghendaki akhirat dan 'berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh' sambil beriman, usahanya 'diganjar', kombinasi niat jangka panjang, usaha nyata, dan keimanan sebagai tiga syarat bersama untuk hasil yang baik.

Penjelasan pilihan kata

'Diganjar' (mashkuuran), akar yang sama dengan 'bersyukur' (17:3) namun facet berbeda: di sini Allah sebagai subjek yang memberi ganjaran atas usaha, bukan manusia yang bersyukur atas nikmat, dua arah berlawanan dari akar yang sama.

Tafsiran

Ayat ini melengkapi perbandingan dari 17:18: mereka yang mengarahkan usaha kepada akhirat disertai iman mendapat ganjaran yang diakui penuh, sebuah kontras dengan kepuasan segera yang berakhir pada konsekuensi buruk.

Renungan dan Hikmah

  • Dua orientasi hidup di 17:18-19, menghendaki kepuasan segera versus menghendaki akhirat dengan usaha sungguh-sungguh, sama-sama mendapat apa yang mereka kehendaki, namun dengan hasil akhir yang sangat berbeda: satu berakhir tercela dan terusir, satu lagi diganjar dan diakui usahanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan ini 'diganjar' mengembalikan konsep berbeda dari jazaa' (lih. 76:22) & qabuul. Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).