لَا تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُومًا مَخْذُولًا
Janganlah engkau menjadikan tuhan lain bersama Allah, nanti engkau menjadi tercela lagi terhina.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَا تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَlaa taj'al ma'a llaahi ilaahan aakharajanganlah engkau menjadikan tuhan lain bersama Allah
- فَتَقْعُدَ مَذْمُومًا مَخْذُولًاfa-taq'uda madzmuuman makhdzuulannanti engkau menjadi tercela lagi terhina
Aplikasi
Larangan menyekutukan Allah disertai konsekuensi konkret: 'menjadi tercela lagi terhina', bukan sekadar pelanggaran abstrak, melainkan berdampak pada martabat dan posisi diri sendiri secara nyata.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-'-l, a-l-h, a-kh-r, q-'-d, dz-m-m, kh-dz-l): ilaahan aakhar diterjemahkan 'tuhan lain' (ilaah dijaga harfiah); taq'uda diterjemahkan 'engkau menjadi (duduk)' (akar q-'-d); madhmuum/makhdhuul diterjemahkan 'tercela/terhina'. Selaras.