Ayat 17:23

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu telah menetapkan agar kalian jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya mencapai usia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُwa-qadhaa rabbuka allaa ta'buduu illaa iyyaahudan Tuhanmu telah menetapkan agar kalian jangan menyembah selain Dia
  2. وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًاwa-bi-l-waalidayni ihsaanandan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua
  3. إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَاimmaa yablughanna 'indaka l-kibara ahaduhumaa aw kilaahumaajika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya mencapai usia lanjut dalam pemeliharaanmu
  4. فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَاfa-laa taqul lahumaa uffin wa-laa tanharhumaamaka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya ah dan janganlah engkau membentak keduanya
  5. وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاwa-qul lahumaa qawlan kariimandan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia

Terjemahan per kata (25 kata)

  1. وَقَضَىٰwa-qadhaadan Dia menetapkan
  2. رَبُّكَrabbukaTuhanmu
  3. أَلَّاallaaagar tidak
  4. تَعْبُدُواta'buduukalian mengabdi
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. إِيَّاهُiyyaahuhanya kepada-Nya
  7. وَبِالْوَالِدَيْنِwa-bi-l-waalidaynidan kepada kedua orang tua
  8. إِحْسَانًاihsaananberbuat baik
  9. إِمَّاimmaajika
  10. يَبْلُغَنَّyablughannamencapai
  11. عِنْدَكَ'indakadi sisimu
  12. الْكِبَرَl-kibarausia tua
  13. أَحَدُهُمَاahaduhumaasalah seorang dari keduanya
  14. أَوْawatau
  15. كِلَاهُمَاkilaahumaakeduanya
  16. فَلَاfa-laamaka janganlah
  17. تَقُلْtaqulengkau katakan
  18. لَهُمَاlahumaabagi keduanya
  19. أُفٍّuffincih
  20. وَلَاwa-laadan tidak pula
  21. تَنْهَرْهُمَاtanharhumaaengkau membentak keduanya
  22. وَقُلْwa-quldan katakanlah
  23. لَهُمَاlahumaabagi keduanya
  24. قَوْلًاqawlanperkataan
  25. كَرِيمًاkariimanyang mulia

Inti bacaan

Perintah berbakti kepada orang tua ditempatkan langsung setelah perintah tauhid ('jangan menyembah selain Dia dan berbuat baik kepada ibu bapak'), kedekatan posisi ini menegaskan bobot spiritual yang tinggi pada penghormatan orang tua, terutama saat mereka lanjut usia: larangan tegas berkata 'ah' atau membentak. Konkretnya: memperlakukan orang tua yang telah lanjut usia dengan kesabaran ekstra dan tutur kata yang mulia (bukan sekadar sopan biasa) adalah kewajiban yang ditempatkan berdampingan dengan tauhid itu sendiri, kesabaran dalam merawat orang tua lanjut usia adalah ibadah yang konkret dan terukur.

Penjelasan pilihan kata

'Perkataan yang mulia' (qawlan kariiman): akar yang sama dengan 'mulia' (kariim), dipertahankan sesuai bobot kata aslinya, bukan diperhalus menjadi sekadar 'yang baik', anak diperintahkan berbicara kepada orang tua dengan kata setingkat kemuliaan, bukan hanya kesopanan biasa.

Tafsiran

Ayat ini menyandingkan perintah keesaan Allah dengan perintah berbuat baik kepada orang tua sebagai satu kesatuan, lalu memberi rincian konkret: larangan sekecil kata 'ah' sekalipun menegaskan standar yang sangat tinggi dalam adab kepada orang tua, terutama di usia lanjut mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Penyandingan langsung perintah keesaan Allah dengan perbuatan baik kepada orang tua menegaskan bobot besar yang diberikan pada relasi ini, larangan sekecil kata 'ah' menetapkan standar adab yang jauh melampaui sekadar tidak menyakiti secara fisik, mencakup nada dan pilihan kata sekalipun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

qawlan KARIiMAN diterjemahkan 'perkataan yang MULIA' (terjemahan lain 'yang baik' menyembunyikan akar, anak diperintah berkata kpd ortu dgn kata sekelas kemuliaan, bukan sekadar sopan);: laa ta'buduu 2MP diterjemahkan kalian; falaa taqul/'indaka 2MS SAH. Konvensi krm/mjd: kariim diterjemahkan 'mulia' (takrif 'Sang Mulia' 82:6, 44:49; elatif akram diterjemahkan 'paling mulia' 96:3); majiid diterjemahkan 'luhur' (takrif 'Yang Luhur' 50:1, 85:15). Pembeda kitab: 56:77 kariim 'mulia' vs 85:21 majiid 'luhur'. Keluarga krm pemakaian diteruskan (memuliakan/dimuliakan); cabang-benda kariim didokumentasi (56:44). 'agung' tetap tercadang azhiim. liberal; honourable: noble; high-born; contr. of la'iim… A thing highly esteemed or prized; excellent, PRECIOUS'.

Ayat 17:24

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Dan rendahkanlah bagi keduanya sayap kerendahan hati karena rahmat, dan ucapkanlah, “Tuhanku, rahmatilah keduanya sebagaimana keduanya mendidikku pada waktu kecil.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِwa-khfidh lahumaa janaaha dz-dzulli mina r-rahmatidan rendahkanlah bagi keduanya sayap kerendahan hati karena rahmat
  2. وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًاwa-qul rabbi rhamhumaa ka-maa rabbayaanii shaghiirandan ucapkanlah, Tuhanku, rahmatilah keduanya sebagaimana keduanya mendidikku pada waktu kecil

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَاخْفِضْwa-khfidhdan rendahkanlah
  2. لَهُمَاlahumaabagi keduanya
  3. جَنَاحَjanaahadosa
  4. الذُّلِّdz-dzullikerendahan
  5. مِنَminadari
  6. الرَّحْمَةِr-rahmatirahmat
  7. وَقُلْwa-quldan katakanlah
  8. رَبِّrabbiTuhan
  9. ارْحَمْهُمَاrhamhumaarahmatilah keduanya
  10. كَمَاka-maasebagaimana
  11. رَبَّيَانِيrabbayaaniikeduanya mengasuhku
  12. صَغِيرًاshaghiirankecil

Inti bacaan

Instruksi lanjutan berbakti: merendahkan diri 'dengan penuh rahmat' disertai doa spesifik yang mengaitkan kasih sayang kepada orang tua dengan kasih sayang yang mereka berikan saat mendidik di masa kecil, siklus timbal balik kasih sayang antar generasi. Konkretnya: mendoakan orang tua secara spesifik dengan mengingat pengorbanan mereka mendidik semasa kecil adalah cara konkret menumbuhkan rasa syukur dan kerendahan hati terhadap mereka, bukan sekadar kewajiban formal tanpa penghayatan.

Penjelasan pilihan kata

'Rendahkanlah...sayap': kiasan yang sama dengan 15:88 (rendahkanlah sayapmu bagi orang beriman), kini diterapkan khusus kepada orang tua. 'Rahmat' (rahmah): secara leksikal bermakna pemberian, dipertahankan konsisten, bukan 'kasih sayang' sebagai perasaan semata.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan perintah adab kepada orang tua dengan sikap fisik (merendahkan diri) dan doa spesifik: meminta rahmat bagi mereka sebagai balasan atas pengasuhan yang mereka berikan sejak kecil.

Renungan dan Hikmah

  • Gambarannya burung yang menurunkan sayapnya, bukan orang yang membungkuk. Sayap yang diturunkan bukan tanda kalah, melainkan cara melindungi yang berada di bawahnya. Allah memilih gambar yang menyimpan kekuatan di dalam kerendahan hatinya.
  • Doa yang diajarkan tidak berhenti pada permintaan; ia menyertakan alasannya, 'sebagaimana keduanya mendidikku pada waktu kecil'. Yang diingatkan bukan Allah, melainkan yang berdoa. Menyebut alasan di dalam doa membuat orang mendengar sendiri apa yang pernah diterimanya.
  • Yang disebut masa kecil, yaitu waktu yang tak diingat oleh orang yang mendoakan. Ia berterima kasih atas sesuatu yang tak ada dalam ingatannya sendiri. Sebagian besar yang diterima seseorang memang diberikan pada saat ia belum sanggup mencatat apa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kasih sayang” diterjemahkan “rahmat”. Dalam ayat ini, 'rahmah' bertakrif (memakai kata sandang al-); 'rahima' tanpa kata sandang al-.