وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Dan rendahkanlah bagi keduanya sayap kerendahan hati karena rahmat, dan ucapkanlah, “Tuhanku, rahmatilah keduanya sebagaimana keduanya mendidikku pada waktu kecil.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِwa-khfidh lahumaa janaaha dz-dzulli mina r-rahmatidan rendahkanlah bagi keduanya sayap kerendahan hati karena rahmat
- وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًاwa-qul rabbi rhamhumaa ka-maa rabbayaanii shaghiirandan ucapkanlah, Tuhanku, rahmatilah keduanya sebagaimana keduanya mendidikku pada waktu kecil
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَاخْفِضْwa-khfidhdan rendahkanlah
- لَهُمَاlahumaabagi keduanya
- جَنَاحَjanaahadosa
- الذُّلِّdz-dzullikerendahan
- مِنَminadari
- الرَّحْمَةِr-rahmatirahmat
- وَقُلْwa-quldan katakanlah
- رَبِّrabbiTuhan
- ارْحَمْهُمَاrhamhumaarahmatilah keduanya
- كَمَاka-maasebagaimana
- رَبَّيَانِيrabbayaaniikeduanya mengasuhku
- صَغِيرًاshaghiirankecil
Inti bacaan
Instruksi lanjutan berbakti: merendahkan diri 'dengan penuh rahmat' disertai doa spesifik yang mengaitkan kasih sayang kepada orang tua dengan kasih sayang yang mereka berikan saat mendidik di masa kecil, siklus timbal balik kasih sayang antar generasi. Konkretnya: mendoakan orang tua secara spesifik dengan mengingat pengorbanan mereka mendidik semasa kecil adalah cara konkret menumbuhkan rasa syukur dan kerendahan hati terhadap mereka, bukan sekadar kewajiban formal tanpa penghayatan.
Penjelasan pilihan kata
'Rendahkanlah...sayap': kiasan yang sama dengan 15:88 (rendahkanlah sayapmu bagi orang beriman), kini diterapkan khusus kepada orang tua. 'Rahmat' (rahmah): secara leksikal bermakna pemberian, dipertahankan konsisten, bukan 'kasih sayang' sebagai perasaan semata.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan perintah adab kepada orang tua dengan sikap fisik (merendahkan diri) dan doa spesifik: meminta rahmat bagi mereka sebagai balasan atas pengasuhan yang mereka berikan sejak kecil.
Renungan dan Hikmah
- Gambarannya burung yang menurunkan sayapnya, bukan orang yang membungkuk. Sayap yang diturunkan bukan tanda kalah, melainkan cara melindungi yang berada di bawahnya. Allah memilih gambar yang menyimpan kekuatan di dalam kerendahan hatinya.
- Doa yang diajarkan tidak berhenti pada permintaan; ia menyertakan alasannya, 'sebagaimana keduanya mendidikku pada waktu kecil'. Yang diingatkan bukan Allah, melainkan yang berdoa. Menyebut alasan di dalam doa membuat orang mendengar sendiri apa yang pernah diterimanya.
- Yang disebut masa kecil, yaitu waktu yang tak diingat oleh orang yang mendoakan. Ia berterima kasih atas sesuatu yang tak ada dalam ingatannya sendiri. Sebagian besar yang diterima seseorang memang diberikan pada saat ia belum sanggup mencatat apa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kasih sayang” diterjemahkan “rahmat”. Dalam ayat ini, 'rahmah' bertakrif (memakai kata sandang al-); 'rahima' tanpa kata sandang al-.