وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Dan rendahkanlah bagi keduanya sayap kerendahan hati karena rahmat, dan ucapkanlah, “Tuhanku, rahmatilah keduanya sebagaimana keduanya mendidikku pada waktu kecil.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِwa-khfid lahumaa janaaha dz-dzulli mina r-rahmatidan rendahkanlah bagi keduanya sayap kerendahan hati karena rahmat
- وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًاwa-qul rabbi rhamhumaa kamaa rabbayaanii saghiirandan ucapkanlah, Tuhanku, rahmatilah keduanya sebagaimana keduanya mendidikku pada waktu kecil
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kasih sayang” diterjemahkan “rahmat”. sebagian penerjemah: 'And lower thou to them the wing of gentleness out of mercy, and say thou: “My Lord: have mercy on them, as they brought me up when I was small.”1' Corpus ayat ini: «r~aHomapi, TAKRIF»; «{roHamo, tanpa-al».
Aplikasi
Instruksi lanjutan berbakti: merendahkan diri 'dengan penuh rahmat' disertai doa spesifik yang mengaitkan kasih sayang kepada orang tua dengan kasih sayang yang mereka berikan saat mendidik di masa kecil, siklus timbal balik kasih sayang antar generasi. Konkretnya: mendoakan orang tua secara spesifik dengan mengingat pengorbanan mereka mendidik semasa kecil adalah cara konkret menumbuhkan rasa syukur dan kerendahan hati terhadap mereka, bukan sekadar kewajiban formal tanpa penghayatan.