Ayat 17:26

وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا

Dan berikanlah kepada kerabat haknya, dan kepada orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah engkau menghambur-hamburkan secara boros.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُwa-aati dzaa l-qurbaa haqqahudan berikanlah kepada kerabat haknya
  2. وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِwa-l-miskiina wa-bna s-sabiilidan kepada orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan
  3. وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًاwa-laa tubadzdzir tabdziirandan janganlah engkau menghambur-hamburkan secara boros

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَآتِwa-aatidan berikanlah
  2. ذَاdzaayang
  3. الْقُرْبَىٰl-qurbaakekerabatan
  4. حَقَّهُhaqqahuhaknya
  5. وَالْمِسْكِينَwa-l-miskiinadan orang miskin
  6. وَابْنَwa-bnadan anak
  7. السَّبِيلِs-sabiilijalan
  8. وَلَاwa-laadan tidak pula
  9. تُبَذِّرْtubadzdzirengkau memboroskan
  10. تَبْذِيرًاtabdziiranpemborosan

Inti bacaan

Kewajiban konkret memberi hak kepada kerabat, orang miskin, dan musafir dipasangkan langsung dengan larangan boros, kedermawanan yang terarah dan tepat sasaran, bukan pengeluaran sembarangan tanpa perhitungan.

Penjelasan pilihan kata

'Haknya' (haqqahu): menegaskan bahwa pemberian kepada kerabat bukan sekadar amal sukarela, melainkan sesuatu yang memang menjadi hak mereka.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan rangkaian perintah etika dari orang tua ke lingkaran sosial yang lebih luas (kerabat, orang miskin, musafir), sambil sekaligus memperingatkan terhadap ekstrem sebaliknya: pemborosan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut yang diberikan kepada kerabat haknya. Bukan sedekah. Yang diserahkan dinyatakan memang milik mereka.
  • Tiga penerima disebut: kerabat, orang miskin, orang dalam perjalanan. Melebar. Dari yang paling dekat sampai yang tak dikenal.
  • Allah menutup dengan larangan menghambur-hamburkan. Sesudah perintah memberi. Perintah memberi dijaga dari dibaca sebagai izin boros.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-t-y, q-r-b, h-q-q, s-k-n, b-n-y, s-b-l, b-dz-r): aati dhaa l-qurbaa haqqahu diterjemahkan 'berikanlah kepada kerabat haknya' (akar '-t-y + akar q-r-b + akar h-q-q); miskiin diterjemahkan 'orang miskin'; ibn as-sabiil diterjemahkan 'orang dalam perjalanan'; tubadhdhir diterjemahkan 'menghambur-hamburkan (boros)' (akar b-dz-r). gloss '(juga kepada)/(hartamu)' dibuang.

Ayat 17:27

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

Sesungguhnya para pemboros adalah saudara-saudara setan, dan setan sangat ingkar kepada Tuhannya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِinna l-mubadzdziriina kaanuu ikhwaana sy-syayaathiinisesungguhnya para pemboros adalah saudara-saudara setan
  2. وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًاwa-kaana sy-syaythaanu li-rabbihi kafuurandan setan sangat ingkar kepada Tuhannya

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الْمُبَذِّرِينَl-mubadzdziriinaorang-orang yang boros
  3. كَانُواkaanuumereka selalu
  4. إِخْوَانَikhwaanasaudara-saudara
  5. الشَّيَاطِينِsy-syayaathiinisetan-setan
  6. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  7. الشَّيْطَانُsy-syaythaanusetan
  8. لِرَبِّهِli-rabbihikepada Tuhannya
  9. كَفُورًاkafuuranyang sangat ingkar

Inti bacaan

Pemborosan dikaitkan tegas dengan 'saudara-saudara setan', pengelolaan sumber daya yang sembrono bukan sekadar masalah finansial, melainkan disejajarkan dengan pola karakter yang destruktif secara spiritual.

Penjelasan pilihan kata

'Sangat ingkar' (kafuuran): bentuk intensif dari akar kufr, menegaskan tingkat penolakan setan yang total, dipakai sebagai pembanding untuk menegaskan betapa seriusnya sikap pemborosan dipandang.

Tafsiran

Ayat ini memberi alasan tegas mengapa pemborosan dilarang keras (17:26), bukan sekadar soal kebijaksanaan finansial, melainkan disamakan dengan sikap ingkar setan sendiri terhadap Tuhannya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut pemboros saudara-saudara setan. Bukan pengikut. Kata saudara menandakan kesamaan tabiat, bukan hubungan perintah.
  • Alasannya disebut sesudahnya: setan sangat ingkar kepada Tuhannya. Kata ingkar. Yang menyatukan keduanya sikap terhadap pemberi, bukan besarnya pengeluaran.
  • Allah menaruh ayat ini tepat sesudah perintah memberi kepada kerabat dan orang miskin. Berdempetan. Yang menahan dan yang menghambur-hamburkan sama-sama gagal menempatkan harta.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar b-dz-r, k-w-n, a-kh-w, sh-t-n, r-b-b, k-f-r): mubadhdhiriin diterjemahkan 'para pemboros' (akar b-dz-r); ikhwaan diterjemahkan 'saudara-saudara'; kafuur diterjemahkan 'sangat ingkar' (akar k-f-r). Selaras.