وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِنْ رَبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُلْ لَهُمْ قَوْلًا مَيْسُورًا

Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk mencari rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka ucapkanlah kepada mereka perkataan yang lemah lembut.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِنْ رَبِّكَ تَرْجُوهَاwa-immaa tu'ridhanna 'anhumu btighaa'a rahmatin min rabbika tarjuuhaadan jika engkau berpaling dari mereka untuk mencari rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan
  2. فَقُلْ لَهُمْ قَوْلًا مَيْسُورًاfa-qul lahum qawlan maysuuranmaka ucapkanlah kepada mereka perkataan yang lemah lembut

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَإِمَّاwa-immaadan adapun jika
  2. تُعْرِضَنَّtu'ridhannaengkau berpaling
  3. عَنْهُمُ'anhumudari mereka
  4. ابْتِغَاءَbtighaa'amencari
  5. رَحْمَةٍrahmatinrahmat
  6. مِنْmindari
  7. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  8. تَرْجُوهَاtarjuuhaakalian harapkan
  9. فَقُلْfa-qulmaka katakanlah
  10. لَهُمْlahumkepada mereka
  11. قَوْلًاqawlanperkataan
  12. مَيْسُورًاmaysuuranyang lembut

Inti bacaan

Bahkan saat tidak mampu membantu, instruksi tetap menekankan cara penyampaian: 'ucapkanlah kepada mereka perkataan yang lemah lembut', keterbatasan kemampuan memberi tidak menjadi alasan mengabaikan kelembutan dalam komunikasi. Konkretnya: ketika tidak mampu memenuhi permintaan bantuan, cara menyampaikan penolakan tetap penting, kelembutan tutur kata bisa meringankan kekecewaan meski bantuan materi tidak bisa diberikan.

Penjelasan pilihan kata

'Perkataan yang lemah lembut' (qawlan maysuuran): kelonggaran bagi situasi ketika seseorang belum mampu memberi kepada kerabat/miskin/musafir yang disebut di 17:26, sebuah jalan tengah antara memberi dan menolak kasar.

Tafsiran

Ayat ini memberi solusi realistis untuk situasi ketika kewajiban memberi (17:26) belum bisa dipenuhi, bukan penolakan kasar, melainkan penundaan yang disertai kata-kata lembut sambil berharap kelapangan dari Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Yang diatur di sini bukan besarnya pemberian, melainkan kata-kata ketika tidak bisa memberi. Allah mengatur bagian yang paling murah biayanya. Justru bagian itu yang paling sering dilupakan orang yang sedang malu karena tak punya apa-apa.
  • Berpalingnya disebut untuk mencari rahmat dari Tuhannya, bukan karena enggan. Sebuah ketidakmampuan yang sedang diusahakan berbeda dari penolakan. Ayat ini membedakan keduanya lebih dahulu, sebelum mengatur apa pun.
  • Yang diperintahkan Allah perkataan yang lemah lembut, bukan janji akan memberi nanti. Tidak ada utang baru yang dibuat. Orang yang tak bisa memberi sering menutupnya dengan janji, dan yang diminta di sini justru bukan itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “… mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau…”. Dalam ayat ini, 'rahmah' indefinit (tanpa kata sandang).