وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا
Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu, dan jangan pula engkau mengulurkannya sepenuh-penuhnya, sebab nanti engkau menjadi tercela lagi menyesal.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَwa-laa taj'al yadaka maghluulatan ilaa 'unuqikadan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu
- وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِwa-laa tabsuthaa kulla l-basthidan jangan pula engkau mengulurkannya sepenuh-penuhnya
- فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًاfa-taq'uda maluuman mahsuuransebab nanti engkau menjadi tercela lagi menyesal
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- تَجْعَلْtaj'alengkau jadikan
- يَدَكَyadakatanganmu
- مَغْلُولَةًmaghluulatanterbelenggu
- إِلَىٰilaapada
- عُنُقِكَ'unuqikalehermu
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- تَبْسُطْهَاtabsuthaaengkau membentangkannya
- كُلَّkullasetiap
- الْبَسْطِl-basthimembentangkan
- فَتَقْعُدَfa-taq'udamaka engkau duduk
- مَلُومًاmaluumantercela
- مَحْسُورًاmahsuuranmenyesal
Inti bacaan
Metafora keseimbangan finansial: jangan 'terbelenggu' (terlalu pelit) tapi jangan pula 'mengulurkan sepenuh-penuhnya' (boros berlebihan), keduanya berujung pada penyesalan, menunjukkan kebijaksanaan finansial terletak di titik tengah yang seimbang. Konkretnya: mengelola keuangan pribadi dengan keseimbangan antara kedermawanan dan kehati-hatian (bukan ekstrem pelit atau ekstrem boros) adalah kebijaksanaan praktis yang mencegah penyesalan di kedua ujung spektrum.
Penjelasan pilihan kata
'Terbelenggu pada leher': kiasan untuk kekikiran total; 'mengulurkannya sepenuh-penuhnya', kiasan untuk pemborosan total; dua kiasan yang berlawanan ini menandai dua ekstrem yang sama-sama dihindari.
Tafsiran
Ayat ini menyeimbangkan larangan pemborosan (17:26-27) dengan larangan sebaliknya: kekikiran total, menetapkan jalan tengah antara dua ekstrem sebagai standar yang benar dalam mengelola harta.
Renungan dan Hikmah
- Dua kiasan berlawanan (tangan terbelenggu vs terulur sepenuhnya) menetapkan kerangka jalan tengah dalam mengelola harta, baik kekikiran ekstrem maupun kedermawanan tanpa perhitungan sama-sama membawa konsekuensi buruk (tercela dan menyesal), bukan hanya salah satu ekstrem saja yang bermasalah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-'-l, y-d-y, gh-l-l, '-n-q, b-s-t, k-l-l, q-'-d, l-w-m, h-s-r): maghluulah diterjemahkan 'terbelenggu' (akar gh-l-l); tabsuthaa diterjemahkan 'mengulurkannya' (akar b-s-t); maluum/mahsuur diterjemahkan 'tercela/menyesal' (akar l-w-m). gloss '(kikir)' dibuang.