وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا

Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu, dan jangan pula engkau mengulurkannya sepenuh-penuhnya, sebab nanti engkau menjadi tercela lagi menyesal.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَwa-laa taj'al yadaka maghluulatan ilaa unuqikadan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu
  2. وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِwa-laa tabsuthaa kulla l-bastidan jangan pula engkau mengulurkannya sepenuh-penuhnya
  3. فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًاfa-taq'uda maluuman mahsuuransebab nanti engkau menjadi tercela lagi menyesal
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar j-'-l, y-d-y, gh-l-l, '-n-q, b-s-t, k-l-l, q-'-d, l-w-m, h-s-r): maghluulah diterjemahkan 'terbelenggu' (akar gh-l-l); tabsuthaa diterjemahkan 'mengulurkannya' (akar b-s-t); maluum/mahsuur diterjemahkan 'tercela/menyesal' (akar l-w-m). gloss '(kikir)' dibuang.

Aplikasi

Metafora keseimbangan finansial: jangan 'terbelenggu' (terlalu pelit) tapi jangan pula 'mengulurkan sepenuh-penuhnya' (boros berlebihan), keduanya berujung pada penyesalan, menunjukkan kebijaksanaan finansial terletak di titik tengah yang seimbang. Konkretnya: mengelola keuangan pribadi dengan keseimbangan antara kedermawanan dan kehati-hatian (bukan ekstrem pelit atau ekstrem boros) adalah kebijaksanaan praktis yang mencegah penyesalan di kedua ujung spektrum.