إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya. Sesungguhnya Dia waskita lagi melihat hamba-hamba-Nya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُinna rabbaka yabsuthu r-rizqa li-man yasyaa'u wa-yaqdirusesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya
  2. إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًاinnahu kaana bi-'ibaadihi khabiiran bashiiransesungguhnya Dia waskita lagi melihat hamba-hamba-Nya

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  3. يَبْسُطُyabsuthumelapangkan
  4. الرِّزْقَr-rizqarezeki
  5. لِمَنْli-manbagi siapa yang
  6. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  7. وَيَقْدِرُwa-yaqdirudan Dia menyempitkan
  8. إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
  9. كَانَkaanaadalah
  10. بِعِبَادِهِbi-'ibaadihipada hamba-hamba-Nya
  11. خَبِيرًاkhabiiranwaskita
  12. بَصِيرًاbashiiranmelihat

Inti bacaan

Variasi rezeki (dilapangkan atau disempitkan) dikaitkan dengan pengetahuan menyeluruh terhadap kondisi setiap hamba, perbedaan nasib finansial dibingkai bukan sebagai kesewenangan, melainkan bagian dari pengawasan yang penuh perhatian.

Penjelasan pilihan kata

'Menyempitkan' (yaqdiru), facet dari akar qdr yang sama dengan 'berkuasa' (16:70) dan 'ukuran' (15:21), di sini facet ketiga: menyempitkan/membatasi, melengkapi tiga facet akar ini yang sudah didokumentasikan dalam terjemahan ini.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan mengapa jalan tengah dalam mengelola harta (17:29) penting: rezeki sendiri ditentukan oleh Allah yang mengetahui dan melihat penuh keadaan setiap hamba, bukan semata usaha manusia.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Dia melapangkan rezeki dan menyempitkannya. Dua-duanya. Yang memberi lapang dan yang menyempitkan bukan dua pihak yang bertengkar.
  • Dua sifat yang menutupnya: waskita lagi melihat hamba-hamba-Nya. Mengetahui yang dalam dan menyaksikan yang tampak. Pembagian itu bukan hasil undian.
  • Allah menaruh ayat ini persis sesudah menyuruh memberi hak kerabat dan orang miskin. Berdampingan. Yang khawatir hartanya berkurang diberi keterangan tentang siapa yang sebenarnya mengatur takarannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

khabiir diterjemahkan 'waskita' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan belum ditelaah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (kata serapan akar); khubr pemakaian diteruskan+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!). makna kedua 'TRIED, TESTED, proved by EXPERIENCE'; khabiir = 'pengetahuan luas atas perkara batin, seperti shahiid atas perkara lahir'; Jangkar: khabiir = petani penggarap.