وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya ia perbuatan keji dan jalan yang terburuk.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَاwa-laa taqrabuu z-zinaadan janganlah kalian mendekati zina
- إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًاinnahu kaana faahisyatan wa-saa'a sabiilansesungguhnya ia perbuatan keji dan jalan yang terburuk
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَقْرَبُواtaqrabuukalian mendekati
- الزِّنَاz-zinaazina
- إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
- كَانَkaanaadalah
- فَاحِشَةًfaahisyatankekejian
- وَسَاءَwa-saa'adan seburuk-buruk
- سَبِيلًاsabiilanjalan
Inti bacaan
Instruksi 'jangan mendekati zina' (bukan sekadar 'jangan melakukan') menunjukkan pendekatan preventif: menghindari situasi dan langkah-langkah awal yang mengarah ke pelanggaran, bukan hanya menahan diri di titik akhir. Konkretnya: strategi menghindari pelanggaran serius lebih efektif dilakukan dengan menjauhi situasi dan langkah awal yang berisiko (bukan hanya mengandalkan penahanan diri di saat-saat kritis), pencegahan dini lebih realistis daripada mengandalkan kekuatan menahan diri di titik ekstrem.
Penjelasan pilihan kata
'Mendekati' (taqrabuu): larangan yang tidak hanya menyasar tindakan itu sendiri, tetapi juga jalan-jalan yang mendekat kepadanya, sebuah pendekatan preventif yang lebih luas daripada sekadar melarang tindakan akhir.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan rangkaian larangan etika dengan zina, memakai kata 'mendekati' yang menandai pencegahan sejak awal, bukan hanya pelarangan tindakan itu sendiri di titik akhir.
Renungan dan Hikmah
- Allah melarang mendekati, bukan sekadar melakukan. Garisnya ditarik jauh di depan perbuatannya. Orang yang menjaga dirinya tepat di garis terakhir sedang berdiri di tempat yang sudah dilarang, dan biasanya tak menyadarinya sampai terlambat.
- Allah menyebutnya dua hal: perbuatan keji, dan jalan yang terburuk. Yang pertama tentang perbuatannya, yang kedua tentang ke mana ia membawa. Sesuatu bisa dihentikan sebagai perbuatan dan tetap berjalan sebagai jalan, sebab jalan selalu punya kelanjutan.
- Kata jalan mengandaikan langkah-langkah, bukan satu peristiwa. Yang dilarang bukan titik tunggal yang tiba-tiba terjadi. Hampir tak ada orang yang sampai di sana dalam satu lompatan; yang ada orang yang berjalan pelan-pelan tanpa pernah memutuskan untuk pergi ke sana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-r-b, z-n-y, k-w-n, f-h-sh, s-w-a, s-b-l): taqrabuu diterjemahkan 'mendekati' (akar q-r-b); faahishah diterjemahkan 'perbuatan keji' (akar f-h-sh); saa'a sabiilan diterjemahkan 'jalan yang terburuk'. Selaras.