ذَٰلِكَ مِمَّا أَوْحَىٰ إِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ الْحِكْمَةِ ۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَتُلْقَىٰ فِي جَهَنَّمَ مَلُومًا مَدْحُورًا

Itulah sebagian dari hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Janganlah engkau menjadikan tuhan lain bersama Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam Jahanam dalam keadaan tercela lagi terusir.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. ذَٰلِكَ مِمَّا أَوْحَىٰ إِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ الْحِكْمَةِdzaalika mimmaa awhaa ilayka rabbuka mina l-hikmatiitulah sebagian dari hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu
  2. وَلَا تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَwa-laa taj'al ma'a llaahi ilaahan aakharajanganlah engkau menjadikan tuhan lain bersama Allah
  3. فَتُلْقَىٰ فِي جَهَنَّمَ مَلُومًا مَدْحُورًاfa-tulqaa fii jahannama maluuman madhuurannanti engkau dilemparkan ke dalam Jahanam dalam keadaan tercela lagi terusir

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  2. مِمَّاmimmaadari apa yang
  3. أَوْحَىٰawhaamewahyukan
  4. إِلَيْكَilaykakepadamu
  5. رَبُّكَrabbukaTuhanmu
  6. مِنَminadari
  7. الْحِكْمَةِl-hikmatihikmah
  8. وَلَاwa-laadan tidak pula
  9. تَجْعَلْtaj'alengkau jadikan
  10. مَعَma'abersama
  11. اللَّهِllaahiAllah
  12. إِلَٰهًاilaahantuhan
  13. آخَرَaakharayang lain
  14. فَتُلْقَىٰfa-tulqaamaka engkau dilemparkan
  15. فِيfiike dalam
  16. جَهَنَّمَjahannamaJahanam
  17. مَلُومًاmaluumantercela
  18. مَدْحُورًاmadhuuranyang terusir

Inti bacaan

Seluruh rangkaian instruksi (berbakti, jujur dalam takaran, rendah hati, dll) disebut secara eksplisit sebagai 'hikmah yang diwahyukan', kebijaksanaan praktis sehari-hari dikategorikan setara dengan wahyu, bukan dipisahkan sebagai etika sekuler yang terpisah dari yang sakral.

Penjelasan pilihan kata

'Hikmah' (al-hikmah): akar yang sama dengan 'penuh hikmah' (hakiim), di sini merujuk pada keseluruhan rangkaian perintah etika 17:22-38 yang baru disebutkan, menegaskan bahwa semua itu bukan aturan sembarangan, melainkan bagian dari hikmah yang diwahyukan.

Tafsiran

Ayat ini menutup gugusan panjang perintah etika (17:22-38) dengan mengulang kembali larangan keesaan Allah: sebuah bingkai yang sama dengan pembukanya (17:22), menegaskan bahwa seluruh etika sosial itu berakar dan berujung pada prinsip keesaan yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Gugusan panjang perintah etika (17:22-39) dibuka dan ditutup dengan larangan yang hampir identik tentang mempersekutukan Allah, sebuah struktur cincin yang menegaskan bahwa seluruh etika sosial (orang tua, harta, kejujuran, kerendahan hati) berakar pada satu prinsip yang sama: keesaan Allah, bukan daftar aturan lepas yang berdiri sendiri-sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan).