أَفَأَصْفَاكُمْ رَبُّكُمْ بِالْبَنِينَ وَاتَّخَذَ مِنَ الْمَلَائِكَةِ إِنَاثًا ۚ إِنَّكُمْ لَتَقُولُونَ قَوْلًا عَظِيمًا

Apakah Tuhan kalian memilihkan anak laki-laki untuk kalian, sedangkan Dia menjadikan malaikat sebagai anak perempuan? Sesungguhnya kalian benar-benar mengucapkan perkataan yang agung.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَفَأَصْفَاكُمْ رَبُّكُمْ بِالْبَنِينَa-fa-ashfaakum rabbukum bi-l-baniinaapakah Tuhan kalian memilihkan anak laki-laki untuk kalian
  2. وَاتَّخَذَ مِنَ الْمَلَائِكَةِ إِنَاثًاwa-ttakhadza mina l-malaa'ikati inaatsansedangkan Dia menjadikan malaikat sebagai anak perempuan
  3. إِنَّكُمْ لَتَقُولُونَ قَوْلًا عَظِيمًاinnakum la-taquuluuna qawlan 'azhiimansesungguhnya kalian benar-benar mengucapkan perkataan yang agung

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. أَفَأَصْفَاكُمْa-fa-ashfaakummaka apakah Dia mengistimewakan kalian
  2. رَبُّكُمْrabbukumTuhan kalian
  3. بِالْبَنِينَbi-l-baniinadengan anak-anak lelaki
  4. وَاتَّخَذَwa-ttakhadzadan Dia mengambil
  5. مِنَminadari
  6. الْمَلَائِكَةِl-malaa'ikatipara malaikat itu
  7. إِنَاثًاinaatsanperempuan
  8. إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
  9. لَتَقُولُونَla-taquuluunasungguh kalian mengatakan
  10. قَوْلًاqawlanperkataan
  11. عَظِيمًا'azhiimanyang besar

Inti bacaan

Argumen logis-konsisten menentang anggapan bahwa Allah memiliki anak: 'Apakah pantas Tuhan kalian memilihkan anak laki-laki untuk kalian, sedangkan Dia menjadikan malaikat sebagai anak perempuan?', inkonsistensi klaim yang menguntungkan diri sendiri disingkap dengan pertanyaan retoris yang tajam.

Penjelasan pilihan kata

'Perkataan yang agung' (qawlan azhiiman): akar yang sama dengan 'agung' (azhiim) yang dipakai untuk hal-hal positif (band. 15:87 'bacaan yang agung'), di sini dipakai ironis untuk klaim yang justru sangat serius kesalahannya: skala kata yang sama, konteks yang menentukan valensinya.

Tafsiran

Ayat ini membongkar sebuah klaim yang tidak masuk akal secara logis: menisbahkan kepada Allah sesuatu (anak perempuan) yang mereka sendiri anggap kurang diinginkan (band. 16:57-59), sementara memilih untuk diri sendiri apa yang mereka anggap lebih baik.

Renungan dan Hikmah

  • Klaim di sini menggemakan kritik yang sama dengan 16:57, menisbahkan kepada Allah sesuatu yang mereka sendiri pandang rendah (anak perempuan, sebagaimana terungkap sikap mereka di 16:58-59), sebuah standar ganda yang sama muncul kembali dalam bentuk berbeda.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.