تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

Bertasbih kepada-Nya langit yang tujuh, bumi, dan apa yang ada di dalamnya. Dan tidak ada sesuatu pun kecuali bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kalian tidak memahami tasbih mereka. Sesungguhnya Dia penahan murka lagi pengampun.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّtusabbihu lahu s-samaawaatu s-sab'u wa-l-ardhu wa-man fiihinnabertasbih kepada-Nya langit yang tujuh, bumi, dan apa yang ada di dalamnya
  2. وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِwa-in min syay'in illaa yusabbihu bi-hamdihidan tidak ada sesuatu pun kecuali bertasbih dengan memuji-Nya
  3. وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْwa-laakin laa tafqahuuna tasbiihahumtetapi kalian tidak memahami tasbih mereka
  4. إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًاinnahu kaana haliiman ghafuuransesungguhnya Dia penahan murka lagi pengampun

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. تُسَبِّحُtusabbihubertasbih
  2. لَهُlahubaginya
  3. السَّمَاوَاتُs-samaawaatulangit
  4. السَّبْعُs-sab'utujuh
  5. وَالْأَرْضُwa-l-ardhudan bumi
  6. وَمَنْwa-mandan orang yang
  7. فِيهِنَّfiihinnapada mereka
  8. وَإِنْwa-indan tidaklah
  9. مِنْmindari
  10. شَيْءٍsyay'insesuatu
  11. إِلَّاillaakecuali
  12. يُسَبِّحُyusabbihubertasbih
  13. بِحَمْدِهِbi-hamdihidengan memuji-Nya
  14. وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
  15. لَاlaatidak
  16. تَفْقَهُونَtafqahuunakalian memahami
  17. تَسْبِيحَهُمْtasbiihahumtasbih mereka
  18. إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
  19. كَانَkaanaadalah
  20. حَلِيمًاhaliimanMaha Penyantun
  21. غَفُورًاghafuuranpengampun

Inti bacaan

Gambaran kosmis: seluruh langit, bumi, dan segala isinya 'senantiasa bertasbih. tetapi kalian tidak mengerti tasbih mereka', pengakuan jujur akan keterbatasan pemahaman manusia terhadap dimensi realitas yang tidak bisa diakses inderanya secara langsung. Konkretnya: mengembangkan kerendahan hati terhadap keterbatasan pemahaman terhadap realitas yang lebih luas (yang tidak bisa diinderai langsung) mendorong sikap terbuka daripada mengklaim sudah memahami segalanya.

Penjelasan pilihan kata

'Penahan murka' (haliim), bukan 'penyantun' seperti yang lazim dipakai, sebab kata itu dalam bahasa Indonesia bermakna 'suka menolong/berbelas kasihan': makna yang sesungguhnya milik kata lain (ra'uuf, band. 16:7). Akar haliim secara leksikal menandai penundaan pembalasan meski memiliki kemampuan penuh untuk segera membalas: kesabaran yang berlandaskan kekuasaan, bukan sekadar sifat lembut pasif.

Tafsiran

Ayat ini menutup gugusan tentang keesaan Allah (17:39-43) dengan gambaran kosmis, seluruh ciptaan bertasbih dengan cara yang tidak dapat dipahami manusia, ditutup dengan dua sifat yang saling melengkapi: menahan murka meski berkuasa membalas, dan mengampuni.

Renungan dan Hikmah

  • Pengakuan eksplisit 'kalian tidak memahami tasbih mereka' menegaskan batas pemahaman manusia terhadap cara ciptaan lain memuji Allah, sebuah kerendahan hati epistemik yang built-in dalam teks itu sendiri, bukan celah yang perlu dijelaskan lebih jauh dengan spekulasi tentang bagaimana persisnya benda mati atau hewan 'bertasbih'.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(atau varian, LIMA terjemahan utk satu lema: Maha Penyantun/penyantun/sangat penyantun/sangat lembut/sangat santun). Dua cacat: (a) 'Maha'+kapital tanpa dasar, corpus INDEFINIT; (b) 'penyantun' salah kata: KBBI VI, nomina 'penyantun' = 'orang sopan/suka menaruh belas kasihan/suka menolong/dewan pelindung', makna 'sabar dan tenang' (yang ada di adjektiva santun¹) HILANG pada turunannya, jebakan derivasi persis 'welas asih'; indra belas-kasihan/ menolong juga menabrak wilayah ra'uuf ('iba'). terjemahan ini: 'penahan murka'. haliim dipakai utk MANUSIA 4× (Ibrahim 9:114 & 11:75; anak/ Ismail 37:101 'ghulaamin haliim'; Syu'aib 11:87) diterjemahkan SIFAT, bukan nama (pola rahiim/ ra'uuf). sebagian penerjemah 'clement' 15/15. hilm ≠ sabr (menahan-balasan vs menanggung-derita) ≠ ra'fah (perasaan iba) ≠ santun (adab). Rumus: ghafuurun haliim 6×; aliimun haliim 3×. Corpus: haliim INDEFINIT di ayat ini (14/15 kemunculan indefinit, termasuk SEMUA yang tentang Allah). Konteks pengunci: 2:225 (tak menghukum keseleo sumpah), 35:41 (MENAHAN langit-bumi agar tak lenyap).