وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا

Dan Kami jadikan di atas hati mereka penutup-penutup, agar mereka tidak memahaminya, dan di telinga mereka penyumbat. Dan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam bacaan ini, mereka berpaling ke belakang seraya lari.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُwa-ja'alnaa 'alaa quluubihim akinnatan an yafqahuuhudan Kami jadikan di atas hati mereka penutup-penutup, agar mereka tidak memahaminya
  2. وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًاwa-fii aadzaanihim waqrandan di telinga mereka penyumbat
  3. وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ نُفُورًاwa-idzaa dzakarta rabbaka fii l-qur'aani wahdahu wallaw 'alaa adbaarihim nufuurandan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam bacaan ini, mereka berpaling ke belakang seraya lari

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. وَجَعَلْنَاwa-ja'alnaadan Kami menjadikan
  2. عَلَىٰ'alaaatas
  3. قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
  4. أَكِنَّةًakinnatantutupan
  5. أَنْanagar tidak
  6. يَفْقَهُوهُyafqahuuhumereka memahaminya
  7. وَفِيwa-fiidan pada
  8. آذَانِهِمْaadzaanihimtelinga mereka
  9. وَقْرًاwaqransumbatan
  10. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  11. ذَكَرْتَdzakartaengkau menyebut
  12. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  13. فِيfiidalam
  14. الْقُرْآنِl-qur'aaniAl-Qur'an
  15. وَحْدَهُwahdahusendirian
  16. وَلَّوْاwallawmereka berpaling
  17. عَلَىٰ'alaaatas
  18. أَدْبَارِهِمْadbaarihimpunggung mereka
  19. نُفُورًاnufuurankebencian

Inti bacaan

Detail mekanisme penolakan: penutup hati, penyumbat telinga, dan berpaling 'seraya lari' saat disebutkan Tuhan semata, deskripsi konkret bagaimana penolakan terhadap kebenaran murni (tanpa dicampur klaim lain) memicu respons defensif yang kuat.

Penjelasan pilihan kata

'Menyebut Tuhanmu saja' (wahdahu): penekanan khusus pada momen penyebutan keesaan Allah sebagai pemicu penolakan mereka yang paling kuat, berbeda dari penyebutan konten Al-Qur'an lainnya.

Tafsiran

Ayat ini merinci penghalang yang disebut di 17:45, bukan penghalang eksternal, melainkan kondisi hati dan telinga mereka sendiri, dengan reaksi terkuat justru muncul tepat ketika keesaan Allah disebutkan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut penutup di atas hati dan penyumbat di telinga. Dua jalan masuk. Keduanya ditutup, dan itu disebut sebagai perbuatan-Nya.
  • Tujuannya disebut agar mereka tidak memahaminya. Terus terang. Yang ditutup bukan pendengarannya, melainkan sampainya makna.
  • Allah menyebut mereka berpaling apabila Tuhanmu disebut saja. Kata saja yang memicu. Yang tak tertahankan bagi mereka bukan penyebutan-Nya, melainkan bahwa hanya Dia yang disebut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-'-l, q-l-b, k-n-n, f-q-h, a-dz-n, w-q-r, dz-k-r, r-b-b, q-r-a, w-h-d, w-l-y, d-b-r, n-f-r): quluub diterjemahkan 'hati' (akar q-l-b); akinnah diterjemahkan 'penutup-penutup' (akar k-n-n); yafqahuuhu diterjemahkan 'memahaminya' (akar f-q-h putaran FQH); waqr diterjemahkan 'penyumbat (tuli)' (akar w-q-r); nufuur diterjemahkan 'lari' (akar n-f-r). gloss '(sesuai dengan kehendak…)/(sehingga tidak mendengarnya)/(karena benci)' dibuang.