وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا
Dan mereka berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan kepingan-kepingan, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan sebagai ciptaan yang baru?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًاwa-qaaluu a-idzaa kunnaa 'izhaaman wa-rufaatandan mereka berkata, apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan kepingan-kepingan
- أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًاa-innaa la-mab'uutsuuna khalqan jadiidanapakah kami benar-benar akan dibangkitkan sebagai ciptaan yang baru
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- أَإِذَاa-idzaaapakah apabila
- كُنَّاkunnaakami adalah
- عِظَامًا'izhaamantulang-belulang
- وَرُفَاتًاwa-rufaatandan hancur
- أَإِنَّاa-innaaapakah sesungguhnya kami
- لَمَبْعُوثُونَla-mab'uutsuunabenar-benar akan dibangkitkan
- خَلْقًاkhalqanciptaan
- جَدِيدًاjadiidanyang baru
Inti bacaan
Keraguan tentang kebangkitan setelah menjadi 'tulang-belulang dan kepingan-kepingan' menunjukkan pola pikir yang membatasi kemungkinan hanya berdasarkan pengalaman fisik biasa, keterbatasan imajinasi terhadap kapasitas yang melampaui pengalaman normal.
Penjelasan pilihan kata
'Tulang-belulang' (izhaam): akar yang sama dengan 'agung' (azhiim), citra konkret tulang sebagai kerangka penopang yang menjadi dasar makna metaforis 'besar/agung' pada akar ini.
Tafsiran
Ayat ini menyisipkan keraguan spesifik tentang kebangkitan: argumen berbasis pembusukan fisik total, yang akan dijawab langsung dengan tantangan berikutnya di ayat-ayat selanjutnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam keberatan mereka bertumpu pada apa yang bisa dilihat. Tulang dan kepingan. Ukuran yang dipakai pengalaman sehari-hari.
- Yang mereka tanyakan dibangkitkan sebagai ciptaan yang baru. Bukan disusun kembali. Bahkan bantahan mereka menyebut kemungkinan yang lebih besar.
- Allah membiarkan pertanyaan itu berdiri tanpa jawaban di ayat ini. Jawabannya menyusul. Keberatannya diberi tempat lebih dahulu sebelum dibalas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. ' akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.