Ayat 17:56

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِهِ فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلَا تَحْوِيلًا

Katakanlah, “Serulah mereka yang kalian sangka selain Dia; maka mereka tidak menguasai penghilangan kemudaratan dari kalian, dan tidak pula mengalihkannya.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِهِquli d'uu lladziina za'amtum min duunihikatakanlah, serulah mereka yang kalian sangka selain Dia
  2. فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلَا تَحْوِيلًاfa-laa yamlikuuna kasyfa dh-dhurri 'ankum wa-laa tahwiilanmaka mereka tidak menguasai penghilangan kemudaratan dari kalian, dan tidak pula mengalihkannya

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. قُلِqulikatakanlah
  2. ادْعُواd'uuberdoalah kalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. زَعَمْتُمْza'amtumkalian mengira
  5. مِنْmindari
  6. دُونِهِduunihiselain-Nya
  7. فَلَاfa-laamaka tidak
  8. يَمْلِكُونَyamlikuunamereka memiliki
  9. كَشْفَkasyfamenyingkap
  10. الضُّرِّdh-dhurrikemudaratan
  11. عَنْكُمْ'ankumdari kalian
  12. وَلَاwa-laadan tidak pula
  13. تَحْوِيلًاtahwiilanperpindahan

Inti bacaan

Tantangan langsung terhadap objek-objek yang disangka bisa menolong: 'mereka tidak menguasai penghilangan kemudaratan. tidak pula mampu mengalihkannya', uji praktis terhadap kapabilitas nyata sebelum menaruh harapan.

Penjelasan pilihan kata

'Kalian sangka' (za'amtum): kata yang menandai klaim tanpa dasar kuat, menegaskan bahwa status sembahan-sembahan itu sebatas anggapan, bukan kenyataan yang terbukti.

Tafsiran

Ayat ini menantang secara langsung: silakan menyeru sembahan-sembahan itu, namun mereka tidak memiliki kuasa apa pun untuk menghilangkan atau mengalihkan kemudaratan, sebuah pembuktian empiris atas ketidakberdayaan yang sudah dibahas berulang sepanjang surah-surah sebelumnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh menyeru mereka yang kalian sangka selain Dia. Kata sangka dipakai. Kedudukan yang mereka berikan disebut sebagai perkiraan, bukan kenyataan.
  • Yang Dia sebut: mereka tak menguasai penghilangan kemudaratan, dan tak pula mengalihkannya. Bahkan memindahkan pun tidak. Ambangnya diturunkan dua kali, dan tetap tak terpenuhi.
  • Bentuknya mempersilakan: serulah mereka. Bukan melarang. Ujiannya berupa izin, dan hasilnya yang akan menjawab.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, d-'-w, z-'-m, d-w-n, m-l-k, k-sh-f, d-r-r, h-w-l): ud'uu diterjemahkan 'serulah' (akar d-'-w); za'amtum diterjemahkan 'kalian sangka' (akar z-'-m); laa yamlikuuna diterjemahkan 'tidak menguasai' (akar m-l-k MLK); kashf ad-durr diterjemahkan 'penghilangan kemudaratan' (akar k-sh-f + akar d-r-r); tahwiil diterjemahkan 'mengalihkan' (akar h-w-l). gloss '(Nabi Muhammad)' + footnote dibuang.

Ayat 17:57

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari wasilah kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat, dan mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sesungguhnya azab Tuhanmu itu adalah yang harus ditakuti.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُulaa'ika lladziina yad'uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu l-wasiilata ayyuhum aqrabuorang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari wasilah kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat
  2. وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُwa-yarjuuna rahmatahu wa-yakhaafuuna 'adzaabahudan mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya
  3. إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًاinna 'adzaaba rabbika kaana mahdzuuransesungguhnya azab Tuhanmu itu adalah yang harus ditakuti

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. يَدْعُونَyad'uunamereka menyeru
  4. يَبْتَغُونَyabtaghuunamereka mencari
  5. إِلَىٰilaakepada
  6. رَبِّهِمُrabbihimuTuhan mereka
  7. الْوَسِيلَةَl-wasiilatajalan mendekat
  8. أَيُّهُمْayyuhumsiapa di antara mereka
  9. أَقْرَبُaqrabulebih dekat
  10. وَيَرْجُونَwa-yarjuunadan mereka mengharapkan
  11. رَحْمَتَهُrahmatahurahmat-Nya
  12. وَيَخَافُونَwa-yakhaafuunadan mereka takut
  13. عَذَابَهُ'adzaabahuazab-Nya
  14. إِنَّinnasesungguhnya
  15. عَذَابَ'adzaabaazab
  16. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  17. كَانَkaanaadalah
  18. مَحْذُورًاmahdzuuranyang harus ditakuti

Inti bacaan

Pengamatan tajam: bahkan mereka yang diseru sebagai perantara sesungguhnya juga 'mencari jalan kepada Tuhan mereka sendiri', objek yang dianggap sebagai solusi ternyata sama-sama membutuhkan koneksi dengan sumber yang sama, menyingkap absurditas menjadikan perantara sebagai tujuan akhir.

Penjelasan pilihan kata

Kata "wasilah" (الْوَسِيلَةَ, l-wasiilata) di sini berbentuk identik dengan yang di 5:35: kata benda yang sama, definit, didahului kata kerja "mencari" (يَبْتَغُونَ, yabtaghuuna) dan preposisi "kepada" (إِلَىٰ, ilaa). Diterjemahkan dengan cara yang sama, konsisten dengan 5:35. Ayat ini melanjutkan 17:56, yang menyebut sembahan-sembahan yang diseru selain Allah: "orang-orang yang mereka seru itu" (أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ, ulaa'ika lladziina yad'uuna) menegaskan bahwa sembahan-sembahan itu sendiri juga sedang mencari wasilah kepada Tuhan mereka, sama seperti yang seharusnya dilakukan penyembahnya secara langsung.

Tafsiran

Ayat ini menyingkap ironi yang mendalam. Sembahan-sembahan yang diseru sebagai perantara ternyata sendiri masih berlomba mencari kedekatan dengan Allah, berharap akan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya, persis seperti kedudukan orang yang menyembah mereka. Jika perantara itu sendiri masih berstatus sebagai hamba yang berharap dan takut, logikanya penyembahan seharusnya ditujukan langsung kepada Allah, bukan melalui perantara yang kedudukannya sama-sama sebagai makhluk yang bergantung.

Renungan dan Hikmah

  • Argumen di sini menyingkap kekeliruan logis penyembahan perantara, jika yang dijadikan perantara itu sendiri sedang mencari kedekatan dengan Allah dan takut azab-Nya, itu justru bukti bahwa mereka sendiri adalah hamba yang bergantung, bukan pihak yang layak dijadikan objek penyembahan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…Mereka juga mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-…”. Dalam ayat ini, 'rahmah' tanpa kata sandang al-.