وَإِنْ مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا
Dan tidak ada suatu negeri pun, kecuali Kami akan membinasakannya sebelum hari kebangkitan, atau Kami menyiksanya dengan siksa yang keras. Yang demikian itu tertulis di dalam Kitab.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِنْ مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِwa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi l-qiyaamatidan tidak ada suatu negeri pun, kecuali Kami akan membinasakannya sebelum hari kebangkitan
- أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًاaw mu'adzdzibuuhaa 'adzaaban syadiidanatau Kami menyiksanya dengan siksa yang keras
- كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًاkaana dzaalika fii l-kitaabi masthuuranyang demikian itu tertulis di dalam Kitab
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَإِنْwa-indan tidaklah
- مِنْmindari
- قَرْيَةٍqaryatinnegeri
- إِلَّاillaakecuali
- نَحْنُnahnuKami
- مُهْلِكُوهَاmuhlikuuhaayang membinasakannya
- قَبْلَqablasebelum
- يَوْمِyawmiHari
- الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
- أَوْawatau
- مُعَذِّبُوهَاmu'adzdzibuuhaayang mengazabnya
- عَذَابًا'adzaabanazab
- شَدِيدًاsyadiidanyang keras
- كَانَkaanaadalah
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- فِيfiidalam
- الْكِتَابِl-kitaabiKitab
- مَسْطُورًاmasthuuranyang tertulis
Inti bacaan
Penegasan universal bahwa setiap negeri menghadapi kebinasaan atau siksa berat sebelum Kiamat, 'tertulis di dalam Kitab', kepastian pola sejarah yang sudah ditetapkan, bukan kejadian acak tanpa arah.
Penjelasan pilihan kata
'Tertulis' (mastuuran): menegaskan bahwa nasib setiap negeri sudah ditetapkan sebelumnya, bukan keputusan mendadak, melengkapi tema ketetapan yang sudah tertulis yang muncul di berbagai titik terjemahan ini.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan prinsip universal: setiap negeri, tanpa kecuali, akan menghadapi kebinasaan atau siksaan berat sebelum kebangkitan, sebuah ketetapan yang sudah tercatat, bukan ancaman spekulatif.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tak ada satu negeri pun yang luput. Termasuk yang sedang berdiri. Ketetapan itu tak menyisakan pengecualian.
- Dua kemungkinan disebut: dibinasakan, atau disiksa dengan siksa yang keras. Bukan satu. Bentuknya berbeda, ujungnya sama.
- Allah menutup dengan itu tertulis di dalam Kitab. Sudah tercatat. Yang akan terjadi bukan keputusan yang diambil pada saat itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-r-y, h-l-k, q-b-l, y-w-m, q-w-m, '-dz-b, sh-d-d, k-w-n, k-t-b, s-t-r): muhlik diterjemahkan 'yang membinasakan' (akar h-l-k); adhaab shadiid diterjemahkan 'siksa yang keras' (شديد DECIDED='keras'); mastuur diterjemahkan 'tertulis' (akar s-t-r). gloss '(yang durhaka penduduknya)/(penduduk)/(Lauhulmahfuz)' dibuang.