وَمَا مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالْآيَاتِ إِلَّا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الْأَوَّلُونَ ۚ وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَا ۚ وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan tanda-tanda, melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang terdahulu. Dan Kami telah berikan kepada kaum Ṡamuud unta betina yang jelas, tetapi mereka menzaliminya. Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu kecuali untuk menakut-nakuti.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَا مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالْآيَاتِ إِلَّا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الْأَوَّلُونَwa-maa mana'anaa an nursila bi-l-aayaati illaa an kadzdzaba bihaa l-awwaluunadan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan tanda-tanda, melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang terdahulu
  2. وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَاwa-aataynaa tsamuuda n-naaqata mubshiratan fa-zhalamuu bihaadan Kami telah berikan kepada kaum Ṡamuud unta betina yang jelas, tetapi mereka menzaliminya
  3. وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًاwa-maa nursilu bi-l-aayaati illaa takhwiifandan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu kecuali untuk menakut-nakuti

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. مَنَعَنَاmana'anaamenghalangi Kami
  3. أَنْanuntuk
  4. نُرْسِلَnursilaKami mengutus
  5. بِالْآيَاتِbi-l-aayaatidengan tanda-tanda
  6. إِلَّاillaakecuali
  7. أَنْanbahwa
  8. كَذَّبَkadzdzabamendustakan
  9. بِهَاbihaakepadanya
  10. الْأَوَّلُونَl-awwaluunaorang-orang terdahulu
  11. وَآتَيْنَاwa-aataynaadan Kami berikan
  12. ثَمُودَtsamuudaTsamud
  13. النَّاقَةَn-naaqataunta betina
  14. مُبْصِرَةًmubshiratanyang terang
  15. فَظَلَمُواfa-zhalamuumaka mereka menzalimi
  16. بِهَاbihaapadanya
  17. وَمَاwa-maadan tidaklah
  18. نُرْسِلُnursiluKami mengirimkan
  19. بِالْآيَاتِbi-l-aayaatidengan tanda-tanda
  20. إِلَّاillaakecuali
  21. تَخْوِيفًاtakhwiifanmenakut-nakuti

Inti bacaan

Tanda-tanda tidak lagi dikirim secara dramatis karena 'telah didustakan oleh orang-orang terdahulu' (kasus unta Samud), perubahan pendekatan berdasarkan pembelajaran dari pola respons sebelumnya, menunjukkan bahwa metode pendekatan bisa disesuaikan berdasarkan hasil yang terbukti tidak efektif.

Penjelasan pilihan kata

'Tanda-tanda' (aayaat): terjemahan tetap tanpa pengecualian, di sini secara eksplisit merujuk pada tanda-tanda ajaib/mukjizat, membuktikan bahwa kata ini memang mencakup makna itu tanpa perlu kata terpisah. 'Unta betina': merujuk pada mukjizat khusus yang diberikan kepada kaum Ṡamuud, disebut singkat di sini sebagai contoh konkret tanda yang didustakan.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan mengapa tanda-tanda ajaib tidak selalu dikirim, bukan karena ketidakmampuan, melainkan karena pola historis: tanda-tanda semacam itu justru sering didustakan, seperti yang terjadi pada kaum Ṡamuud, sehingga tanda-tanda kini lebih berfungsi sebagai peringatan daripada bukti yang dipaksakan diterima.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebutkan sebab tanda-tanda itu tidak dikirim, dan sebabnya bukan pada-Nya melainkan pada tanggapan orang terdahulu. Yang menahan bukan kekurangan kuasa, melainkan kesia-siaan yang sudah terbukti. Memberi bukti kepada orang yang sudah memutuskan untuk mendustakan cuma menambah beban di pundaknya.
  • Tanda yang diberikan kepada kaum Samud disebut 'jelas', dan mereka tetap menzaliminya. Kejelasan tidak pernah cukup dengan sendirinya. Yang paling sering dikira kurang dari sebuah kebenaran memang kejelasannya, padahal yang kurang biasanya kesediaan menerima akibat kalau ia diterima.
  • Tanda-tanda kini disebut dikirim untuk menakut-nakuti, bukan untuk memaksa percaya. Fungsinya bergeser sesudah pola tanggapannya diketahui. Allah tidak mengulangi cara yang sudah terbukti tidak menghasilkan apa-apa selain memberatkan orang yang menolaknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.