وَمَا مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالْآيَاتِ إِلَّا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الْأَوَّلُونَ ۚ وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَا ۚ وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan tanda-tanda, melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang terdahulu. Dan Kami telah berikan kepada kaum Ṡamuud unta betina yang jelas, tetapi mereka menzaliminya. Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu kecuali untuk menakut-nakuti.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَمَا مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالْآيَاتِ إِلَّا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الْأَوَّلُونَwa-maa mana'anaa an nursila bi-l-aayaati illaa an kadzdzaba bihaa l-awwaluunadan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan tanda-tanda, melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang terdahulu
  2. وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَاwa-aataynaa tsamuuda n-naaqata mubsiratan fa-zhalamuu bihaadan Kami telah berikan kepada kaum Ṡamuud unta betina yang jelas, tetapi mereka menzaliminya
  3. وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًاwa-maa nursilu bi-l-aayaati illaa takhwiifandan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu kecuali untuk menakut-nakuti
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda' (keputusan Pak FD 16 Jul, tanpa pengecualian; lih.). Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. sebagian penerjemah: 'And there prevented Us from sending proofs only that the former peoples denied them. And We gave Thamuud the she-camel as a visible proof, but they wronged her. And We send the proofs only to put in dread.'

Aplikasi

Tanda-tanda tidak lagi dikirim secara dramatis karena 'telah didustakan oleh orang-orang terdahulu' (kasus unta Samud), perubahan pendekatan berdasarkan pembelajaran dari pola respons sebelumnya, menunjukkan bahwa metode pendekatan bisa disesuaikan berdasarkan hasil yang terbukti tidak efektif.