قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَٰذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا

Ia berkata, “Terangkanlah kepadaku tentang orang ini yang Engkau muliakan atasku. Sungguh jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kebangkitan, niscaya aku benar-benar akan menguasai keturunannya, kecuali sebagian kecil.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَٰذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّqaala a-ra'aytaka haadzaa lladzii karramta 'alayyaia berkata, terangkanlah kepadaku tentang orang ini yang Engkau muliakan atasku
  2. لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِla-in akhkhartani ilaa yawmi l-qiyaamatisungguh jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kebangkitan
  3. لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًاla-ahtanikanna dzurriyyatahu illaa qaliilanniscaya aku benar-benar akan menguasai keturunannya, kecuali sebagian kecil

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. أَرَأَيْتَكَa-ra'aytakaapakah Engkau melihat
  3. هَٰذَاhaadzaaini
  4. الَّذِيlladziiyang
  5. كَرَّمْتَkarramtaEngkau muliakan
  6. عَلَيَّ'alayyaatasku
  7. لَئِنْla-insungguh jika
  8. أَخَّرْتَنِakhkhartaniEngkau menangguhkanku
  9. إِلَىٰilaasampai
  10. يَوْمِyawmiHari
  11. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  12. لَأَحْتَنِكَنَّla-ahtanikannasungguh aku akan menguasai
  13. ذُرِّيَّتَهُdzurriyyatahuketurunannya
  14. إِلَّاillaakecuali
  15. قَلِيلًاqaliilansedikit

Inti bacaan

Iblis secara eksplisit menyalahkan keputusan Allah ('orang ini yang lebih Engkau muliakan daripada aku') sebagai alasan dendamnya, pola menyalahkan pihak lain atas kekecewaan pribadi, alih-alih menerima dan menyesuaikan diri.

Penjelasan pilihan kata

'Muliakan' (karramta), akar yang sama dengan 'memuliakan anak cucu Adam' di 17:70, kini menjadi sumber keluhan Iblis: keberatannya bukan sekadar soal perintah sujud, melainkan soal status kemuliaan yang diberikan kepada Adam yang dianggapnya tidak setara dengan asal-usulnya.

Tafsiran

Ayat ini mengungkap alasan lebih spesifik keluhan Iblis, bukan hanya menolak perintah, melainkan secara terbuka mempertanyakan mengapa Adam dimuliakan melebihi dirinya, sebuah keluhan yang segera disusul dengan rencana balas dendam melalui keturunan Adam.

Renungan dan Hikmah

  • Kata 'memuliakan' (karramta) yang dipakai Iblis di sini secara sinis akan muncul kembali di 17:70 dengan makna yang benar-benar ditegaskan Allah sendiri ('sungguh Kami telah memuliakan anak cucu Adam'), sebuah jawaban implisit terhadap keberatan Iblis, ditegaskan justru menggunakan akar kata yang sama yang dipakainya untuk mengeluh.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga krm pemakaian diteruskan (mulia/memuliakan/dimuliakan, terjemahan lain konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi krm/mjd: kariim diterjemahkan 'mulia' (takrif 'Sang Mulia' 82:6, 44:49; elatif akram diterjemahkan 'paling mulia' 96:3); majiid diterjemahkan 'luhur' (takrif 'Yang Luhur' 50:1, 85:15). Pembeda kitab: 56:77 kariim 'mulia' vs 85:21 majiid 'luhur'. Keluarga krm pemakaian diteruskan (memuliakan/dimuliakan); cabang-benda kariim didokumentasi (56:44). 'agung' tetap tercadang azhiim. of la'iim… A thing highly esteemed or prized; excellent, PRECIOUS'.