إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ ۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًا
“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, engkau tidak memiliki keterangan atas mereka.” Dan cukuplah Tuhanmu sebagai wakil.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌinna 'ibaadii laysa laka 'alayhim sulthaanunsesungguhnya hamba-hamba-Ku, engkau tidak memiliki keterangan atas mereka
- وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًاwa-kafaa bi-rabbika wakiilandan cukuplah Tuhanmu sebagai wakil
Terjemahan per kata (9 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- عِبَادِي'ibaadiihamba-hamba-Ku
- لَيْسَlaysabukanlah
- لَكَlakabagimu
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- سُلْطَانٌsulthaanunkekuasaan
- وَكَفَىٰwa-kafaadan cukuplah
- بِرَبِّكَbi-rabbikakepada Tuhanmu
- وَكِيلًاwakiilanpelindung
Inti bacaan
Batas kekuasaan godaan ditegaskan lagi: 'tidak memiliki sultaan atas mereka' bagi hamba-hamba yang genuine, pola berulang (15:42, 16:99-100) menegaskan lagi ketahanan yang tersedia bagi yang benar-benar berkomitmen.
Penjelasan pilihan kata
'Keterangan' (sultaan): akar dan terjemahan yang sama dengan susunan negasi di 14:10/14:11/14:22/15:42/16:99/16:100, konsisten dipertahankan sebagai facet 'bukti/pembenar', bukan facet 'wewenang' seperti di 17:33 (yang strukturnya berbeda, pemberian positif). 'Wakil' (wakiil): akar yang sama dengan 17:2 dan 17:54.
Tafsiran
Ayat ini menutup gugusan tentang Iblis dengan jaminan yang sama seperti di titik-titik sebelumnya: Iblis tidak memiliki bukti pembenar apa pun untuk memaksa hamba-hamba Allah, kekuatannya hanya sebatas godaan (17:64) yang bisa ditolak.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut ia tidak memiliki keterangan atas hamba-hamba-Nya. Bukan tidak memiliki kekuatan. Yang tidak ada padanya alasan yang membenarkan, dan tanpa itu godaannya berhenti sebagai ajakan yang bisa ditolak.
- Sebutan yang dipakai hamba-hamba-Ku, dengan kata kepemilikan. Bukan orang-orang beriman. Perlindungan yang disebut di sini bersandar pada milik siapa mereka, bukan pada seberapa kuat mereka bertahan.
- Allah menutup dengan menyebut cukuplah Tuhanmu sebagai wakil. Tidak diperlukan penjaga tambahan. Sesudah bicara panjang tentang godaan, penutupnya bukan daftar cara bertahan, melainkan keterangan tentang siapa yang memegang urusannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar '-b-d, l-y-s, s-l-t, k-f-y, r-b-b, w-k-l): laysa laka alayhim sultaan diterjemahkan 'engkau tidak memiliki sultaan atas mereka', akar s-l-t (putaran 82; sama 15:42/16:99: setan tak berkuasa-paksa atas hamba Allah); kafaa bi-rabbika wakiilan diterjemahkan 'cukuplah Tuhanmu sebagai wakil', akar w-k-l (putaran 61: Allah wakiil). gloss '(Allah berfirman lagi,)/(Iblis)/(yang mukmin)/(mereka darimu)' dibuang; 'penjaga' diterjemahkan 'wakil'.