رَبُّكُمُ الَّذِي يُزْجِي لَكُمُ الْفُلْكَ فِي الْبَحْرِ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Tuhan kalianlah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untuk kalian, agar kalian mencari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia pengasih terhadap kalian.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. رَبُّكُمُ الَّذِي يُزْجِي لَكُمُ الْفُلْكَ فِي الْبَحْرِrabbukumu lladzii yuzjii lakumu l-fulka fii l-bahriTuhan kalianlah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untuk kalian
  2. لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِli-tabtaghuu min fadhlihiagar kalian mencari karunia-Nya
  3. إِنَّهُ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًاinnahu kaana bikum rahiimansesungguhnya Dia pengasih terhadap kalian

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. رَبُّكُمُrabbukumuTuhan kalian
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. يُزْجِيyuzjiimenggiring
  4. لَكُمُlakumubagi kalian
  5. الْفُلْكَl-fulkakapal
  6. فِيfiidi
  7. الْبَحْرِl-bahrilaut
  8. لِتَبْتَغُواli-tabtaghuuagar kalian mencari
  9. مِنْmindari
  10. فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
  11. إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
  12. كَانَkaanaadalah
  13. بِكُمْbikumkepada kalian
  14. رَحِيمًاrahiimanpengasih

Inti bacaan

Kapal yang berlayar di lautan disebutkan sebagai sarana mencari karunia, dikaitkan dengan sifat pengasih, teknologi dan infrastruktur manusia (perkapalan) dipandang sebagai bagian dari sistem rezeki yang lebih besar, bukan terpisah dari dimensi spiritual.

Penjelasan pilihan kata

'Pengasih' (rahiiman): bentuk tak-bertakrif, tanpa 'Maha', konsisten dengan pola di seluruh terjemahan ini.

Tafsiran

Ayat ini beralih dari kisah Iblis kembali ke tema kemurahan Allah melalui laut, melanjutkan tema pelayaran yang sudah disinggung di 16:14, kini menekankan tujuannya: mencari karunia Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Dia yang melayarkan kapal untuk mereka. Bukan mereka yang berlayar. Yang menggerakkan disebutkan, bukan yang mengemudikan.
  • Maksudnya agar kalian mencari karunia-Nya. Ada yang dikerjakan. Yang disediakan bukan hasilnya, melainkan jalannya.
  • Allah menutup dengan Dia pengasih terhadap kalian. Sesudah bicara kapal. Sarana mencari nafkah disebut sebagai bentuk kasih sayang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “untukmu” diterjemahkan “untuk kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “Maha Penyayang” diterjemahkan “pengasih”. Dalam ayat ini, 'rahiim' indefinit (tanpa kata sandang). rahiim INDEFINIT diterjemahkan 'pengasih', sebutan indefinit tanpa 'Maha'; dasar: praktik terjemahan lain sendiri di 9:128 ('penyayang' POLOS utk Nabi).