وَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُونَ إِلَّا إِيَّاهُ ۖ فَلَمَّا نَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ كَفُورًا

Dan apabila kemudaratan menimpa kalian di laut, lenyaplah siapa yang kalian seru, kecuali Dia; maka ketika Dia menyelamatkan kalian ke daratan, kalian berpaling. Dan manusia memang sangat ingkar.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِي الْبَحْرِwa-idzaa massakumu dh-dhurru fii l-bahridan apabila kemudaratan menimpa kalian di laut
  2. ضَلَّ مَنْ تَدْعُونَ إِلَّا إِيَّاهُdhalla man tad'uuna illaa iyyaahulenyaplah siapa yang kalian seru, kecuali Dia
  3. فَلَمَّا نَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْfa-lammaa najjaakum ilaa l-barri a'radhtummaka ketika Dia menyelamatkan kalian ke daratan, kalian berpaling
  4. وَكَانَ الْإِنْسَانُ كَفُورًاwa-kaana l-insaanu kafuurandan manusia memang sangat ingkar

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. مَسَّكُمُmassakumumenimpa kalian
  3. الضُّرُّdh-dhurrukemudaratan
  4. فِيfiidi
  5. الْبَحْرِl-bahrilaut
  6. ضَلَّdhallasesat
  7. مَنْmanorang yang
  8. تَدْعُونَtad'uunakalian seru
  9. إِلَّاillaakecuali
  10. إِيَّاهُiyyaahuhanya kepada-Nya
  11. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  12. نَجَّاكُمْnajjaakummenyelamatkan kalian
  13. إِلَىilaakepada
  14. الْبَرِّl-barridarat
  15. أَعْرَضْتُمْa'radhtumkalian berpaling
  16. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  17. الْإِنْسَانُl-insaanumanusia
  18. كَفُورًاkafuuranyang sangat ingkar

Inti bacaan

Pola yang jujur diakui: dalam bahaya di laut, manusia hanya berseru kepada satu sumber, tapi begitu selamat di darat, 'kalian berpaling', kecenderungan melupakan sumber pertolongan begitu krisis berlalu, sebuah pola yang perlu disadari dan dilawan secara sadar. Konkretnya: melatih kesadaran mempertahankan rasa syukur dan koneksi spiritual bahkan setelah krisis berlalu (bukan hanya saat genting) melawan kecenderungan alami manusia melupakan pertolongan begitu bahaya sudah lewat.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini mengulang pola yang sama dengan 16:53-54: seruan tulus kepada Allah semata saat kesulitan, diikuti keberpalingan begitu keselamatan tercapai, kini dalam konteks spesifik bahaya di laut.

Tafsiran

Ayat ini menerapkan pola tidak konsisten yang sudah dibahas di 16:53-54 pada konteks konkret: bahaya di laut menyingkap kejujuran sejati tentang siapa yang sesungguhnya diandalkan, namun kejujuran itu cepat dilupakan begitu bahaya berlalu.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimatnya menyebut ketika bahaya datang, 'lenyaplah siapa yang kalian seru, kecuali Dia'. Bukan mereka yang melupakan, melainkan yang diseru itu yang menghilang dari pikiran. Bahaya membersihkan daftar tempat bergantung seseorang tanpa ia perlu memutuskan apa pun.
  • Allah menyebut bahwa begitu Dia menyelamatkan mereka ke daratan, mereka berpaling. Yang jujur di tengah laut tidak bertahan sampai di pantai. Yang muncul saat terdesak memang keadaan sebenarnya, tetapi keadaan sebenarnya itu ternyata tidak otomatis bertahan sesudah desakannya hilang.
  • Allah menutupnya bukan dengan hukuman, melainkan dengan menyebut sifat: manusia memang sangat ingkar. Sebuah keterangan, bukan ancaman. Mengetahui kecenderungan sendiri lebih menolong daripada dikejutkan olehnya setiap kali ia muncul lagi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-s-s, d-r-r, b-h-r, d-l-l, d-'-w, n-j-w, b-r-r, '-r-d, k-w-n, a-n-s, k-f-r): massakum diterjemahkan 'menimpa kalian' (akar m-s-s putaran MSS); dalla man tad'uuna diterjemahkan 'lenyaplah siapa yang kalian seru', akar d-l-l (putaran 78, 'sirna') + akar d-'-w (menyeru); najjaakum diterjemahkan 'menyelamatkan kalian' (akar n-j-w); kafuur diterjemahkan 'sangat ingkar' (akar k-f-r). gloss '(dari-Nya)' dibuang.