أَفَأَمِنْتُمْ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمْ جَانِبَ الْبَرِّ أَوْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ثُمَّ لَا تَجِدُوا لَكُمْ وَكِيلًا

Maka apakah kalian merasa aman bahwa Dia membenamkan sebagian daratan bersama kalian, atau mengirimkan kepada kalian badai kerikil, lalu kalian tidak menemukan bagi kalian seorang wakil?

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَفَأَمِنْتُمْ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمْ جَانِبَ الْبَرِّa-fa-amintum an yakhsifa bikum jaaniba l-barrimaka apakah kalian merasa aman bahwa Dia membenamkan sebagian daratan bersama kalian
  2. أَوْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًاaw yursila 'alaykum haashibanatau mengirimkan kepada kalian badai kerikil
  3. ثُمَّ لَا تَجِدُوا لَكُمْ وَكِيلًاtsumma laa tajiduu lakum wakiilanlalu kalian tidak menemukan bagi kalian seorang wakil

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. أَفَأَمِنْتُمْa-fa-amintummaka apakah kalian merasa aman
  2. أَنْanbahwa
  3. يَخْسِفَyakhsifamembenamkan
  4. بِكُمْbikumkepada kalian
  5. جَانِبَjaanibasisi
  6. الْبَرِّl-barridarat
  7. أَوْawatau
  8. يُرْسِلَyursilamengirimkan
  9. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  10. حَاصِبًاhaashibanbadai kerikil
  11. ثُمَّtsummakemudian
  12. لَاlaajanganlah
  13. تَجِدُواtajiduukalian mendapati
  14. لَكُمْlakumkepada kalian
  15. وَكِيلًاwakiilanpelindung

Inti bacaan

Pertanyaan retoris tentang rasa aman yang keliru: merasa aman dari bahaya di darat setelah selamat dari laut, padahal bahaya bisa datang dari arah manapun, peringatan terhadap kelengahan yang muncul setelah satu ancaman berlalu.

Penjelasan pilihan kata

'Membenamkan' (yakhsifa): akar yang sama dengan 16:45 (ancaman serupa terhadap orang-orang yang membuat muslihat jahat), kini diterapkan sebagai pertanyaan retoris menantang rasa aman palsu setelah selamat dari laut.

Tafsiran

Ayat ini menantang rasa aman yang keliru dari mereka yang berpaling begitu selamat dari laut (17:67): keselamatan di daratan bukan jaminan mutlak, sebab konsekuensi bisa datang dalam bentuk lain yang sama mengancamnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah bertanya apakah kalian merasa aman Dia membenamkan sebagian daratan bersama kalian. Yang dipersoalkan rasa amannya. Tanah yang dipijak setiap hari dipakai sebagai bahan pertanyaan.
  • Kemungkinan kedua yang Allah sebut badai kerikil. Dari atas. Dua arah disebut, dan keduanya datang dari hal yang sudah ada di sekeliling mereka.
  • Penutupnya menyebut mereka tak akan menemukan seorang wakil. Tak ada yang mengurus. Yang hilang bukan hanya keselamatan, melainkan juga siapa pun yang bisa dimintai tolong.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-m-n, kh-s-f, j-n-b, b-r-r, r-s-l, h-s-b, w-j-d, w-k-l): amintum diterjemahkan 'merasa aman' (akar '-m-n); yakhsifa diterjemahkan 'membenamkan' (akar kh-s-f); haasib diterjemahkan 'badai kerikil' (akar h-s-b); wakiil diterjemahkan 'wakil (pelindung)' (akar w-k-l putaran 61). Selaras.