وَمَنْ كَانَ فِي هَٰذِهِ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا
Dan siapa yang buta di dunia ini, maka ia di akhirat pun buta dan lebih tersesat jalannya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَنْ كَانَ فِي هَٰذِهِ أَعْمَىٰwa-man kaana fii haadzihi a'maadan siapa yang buta di dunia ini
- فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًاfa-huwa fii l-aakhirati a'maa wa-adhallu sabiilanmaka ia di akhirat pun buta dan lebih tersesat jalannya
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- كَانَkaanaadalah
- فِيfiidi
- هَٰذِهِhaadzihiini
- أَعْمَىٰa'maabuta
- فَهُوَfa-huwamaka dia
- فِيfiidi
- الْآخِرَةِl-aakhiratiakhirat
- أَعْمَىٰa'maabuta
- وَأَضَلُّwa-adhalludan lebih sesat
- سَبِيلًاsabiilanjalan
Inti bacaan
Peringatan tajam: 'siapa yang buta di dunia ini, maka ia di akhirat pun buta', kebutaan spiritual/moral yang dibiarkan berlanjut di dunia cenderung berkelanjutan, bukan otomatis sembuh di kehidupan berikutnya. Konkretnya: mengatasi 'kebutaan' spiritual atau moral (menolak melihat kebenaran yang jelas) perlu ditangani sekarang, karena pola yang dibiarkan berlanjut cenderung menetap, bukan otomatis membaik dengan sendirinya.
Penjelasan pilihan kata
'Buta' (a'maa): dipakai metaforis untuk kebutaan hati/pemahaman, bukan kebutaan fisik; kondisi ini digambarkan berlanjut dari dunia ke akhirat, bahkan menjadi lebih parah.
Tafsiran
Ayat penutup rangkaian ini menegaskan bahwa kondisi spiritual seseorang tidak berubah otomatis pada hari kebangkitan: kebutaan hati yang dipelihara semasa hidup justru berlanjut dan memburuk, bukan tiba-tiba disembuhkan pada momen kebangkitan.
Renungan dan Hikmah
- Prinsip bahwa kebutaan hati di dunia berlanjut bahkan memburuk di akhirat menegaskan bahwa transformasi spiritual bukan sesuatu yang bisa ditunda hingga 'nanti', kondisi hati yang dibangun sepanjang hidup adalah kondisi yang dibawa serta, bukan sesuatu yang otomatis diperbaiki oleh peristiwa kebangkitan itu sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, '-m-y, a-kh-r, d-l-l, s-b-l): a'maa diterjemahkan 'buta' (akar '-m-y); adallu sabiilan diterjemahkan 'lebih tersesat jalannya' (akar d-l-l putaran 78). gloss '(hatinya)' dibuang.