سُنَّةَ مَنْ قَدْ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنْ رُسُلِنَا ۖ وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيلًا
Itulah ketetapan bagi rasul-rasul yang telah Kami utus sebelummu, dan engkau tidak akan menemukan perubahan pada ketetapan Kami.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- سُنَّةَ مَنْ قَدْ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنْ رُسُلِنَاsunnata man qad arsalnaa qablaka min rusulinaaitulah ketetapan bagi rasul-rasul yang telah Kami utus sebelummu
- وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيلًاwa-laa tajidu li-sunnatinaa tahwiilandan engkau tidak akan menemukan perubahan pada ketetapan Kami
Terjemahan per kata (11 kata)
- سُنَّةَsunnatasunah
- مَنْmanorang yang
- قَدْqadsungguh
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- قَبْلَكَqablakasebelummu
- مِنْmindari
- رُسُلِنَاrusulinaarasul-rasul Kami
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- تَجِدُtajiduengkau mendapati
- لِسُنَّتِنَاli-sunnatinaapada sunah Kami
- تَحْوِيلًاtahwiilanperpindahan
Inti bacaan
Pola yang konsisten disebut sebagai 'sunah (ketetapan)' yang tidak berubah lintas para rasul, kestabilan hukum sebab-akibat moral yang dapat diandalkan sepanjang sejarah, bukan berubah sewenang-wenang kasus per kasus.
Penjelasan pilihan kata
'Ketetapan' (sunnah): akar yang sama dengan 'ketetapan orang-orang terdahulu' di 15:13, kini merujuk pada pola konsekuensi yang berlaku konsisten bagi setiap rasul yang mengalami tekanan serupa.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa pola pembalikan konsekuensi bagi mereka yang mengusir rasul (17:76) bukan kasus istimewa, melainkan ketetapan yang berlaku tetap sepanjang sejarah kenabian, tanpa pengecualian.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebutnya ketetapan, bukan kebetulan yang berulang. Diberi nama. Yang berulang diberi status, dan status itu mengikat.
- Yang ditegaskan tak ada perubahan padanya. Bukan jarang berubah. Ketetapan itu ditutup sama sekali dari penyesuaian.
- Allah menaruh ayat ini sesudah menyebut usaha mengusir. Sebagai kelanjutannya. Yang baru saja terjadi dinyatakan bagian dari yang sudah lama berjalan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-n-n, r-s-l, q-b-l, w-j-d, h-w-l): sunnah diterjemahkan 'sunah (ketetapan)' (akar s-n-n); arsalnaa diterjemahkan 'mengutus' (akar r-s-l); tahwiil diterjemahkan 'perubahan' (akar h-w-l). gloss '(Yang demikian itu)' + footnote dibuang.